Ada 13 Ribu Pencari Kerja di Sultra

KENDARINEWS.COM–Data angkatan kerja di Sultra setiap tahunnya terus bertambah. Dihitung berdasarkan data kepemilikan kartu kuning (AK1) kini ada sekitar 13 ribu pencari kerja.

Kepala Disnakertrans Sultra La Ode Muhammad Aswandi menegaskan meski angkatan kerja telah menembus jutaan jiwa, namun yang tercatat sebagai sebagai pencari kerja baru berjumlah 17 ribu orang.
“Yang terdaftar 17 ribu orang, yang terserap 4 ribu. Jadi masih ada sekitar 13 ribu yang sedang mencari pekerjaan saat ini,” ungkap Haswandi.

Bertambahnya angkatan kerja setiap tahun disebabkan pertumbuhan penduduk yang juga meningkat setiap tahun.

Pemerintah sebenarnya tidak mempermasalahkan jumlah angkatan kerja, kata Haswandi, pemerintah lebih fokus pada upaya peningkatan kompetensi dan skill pencari kerja. “Itulah saat ini kita perbanyak pelatihan-pelatihan kerja. Misalnya pelatihan di Balai Latihan Kerja), pelatihan di tempat lainnya. Bahkan kita melibatkan pihak swasta untuk menggelar pemagangan atau pelatihan kerja mandiri. Supaya tenaga kerja itu punya keterampilan dan skill yang baik sehingga bisa terserap didunia kerja,” tambahnya.

Dari segi kualifikasi pendidikan, angkatan kerja di Sultra masih didominasi oleh pencari kerja yang memiliki kualifikasi pendidikan SMA, SMP, SD sekira 83 persen. Sisanya sekira 17 persen adalah mereka yang memiliki kualifikasi sarjana.

Terpisah, Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakerperin Kota Kendari, Abdul Haris Sahido mengungkapkan, pencari kerja di Kendari pada 2021 mencapai 2.413 orang. Jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 4.177 orang.

Menurut Haris penurunan angka pencari kerja dipengaruhi oleh Covid-19 yang menyebabkan sebagian warga tidak bekerja namun enggan mengurus kartu AK1, padahal tengah mencari pekerjaan.
“Sebenarnya kami sudah imbau perusahaan yang ingin membuka lowongan kerja untuk mempersyaratkan kartu kuning (AK1) bagi calon pekerja. Karena itu sudah diatur dalam Permenaker Nomor 39 tahun 2016 tenatang penempatan tenaga kerja,” ungkap Haris. (ags/b)

Tinggalkan Balasan