Luncurkan Vaksin Anak, Pemkot Kendari Sasar 34 Ribu Anak di 127 SD

KENDARINEWS.COM — Untuk melindungi murid Sekolah Dasar (SD), Pemkot Kendari mulai melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Sebagai langkah awal, pemerintah menggelar vaksinasi di SDN 2 Kendari. Rencananya, penyuntikan vaksin akan dilakukan secara bertahap di 127 SD di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku salut kesiapan penyelenggara vaksinasi perdana. Sebab tidak ada wajah ketakukan justru anak didik begitu antusias termasuk orang tua dan wali murid. Ia pun berharap kondisi ini bisa berlanjut di sekolah lain.

“Saya mengapresiasi apa yang dikemas penyelenggara. Karena anak-anak tetap terlihat fresh, happy, tidak tertekan dan tidak ada pemaksaan sebagaimana yang kita inginkan. Vaksinasi ini akan terus berlanjut ke sekolah lain. Sesuai jadwal, vaksinasi di sekolah ini berlangsung selama dua hari,” kata Sulkarnain saat meluncurkan program vaksinasi anak di SDN 2 Kendari, Rabu (19/1).

SULKARNAIN KADIR

Dengan vaksinasi ini kata dia, orang tua tidak perlu khawatir ketika mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara full. Pasalnya, semua murid sudah tervaksin. Apalagi sebelumnya para guru sudah melakukan vaksinasi. Saat ini, tinggal memastikan protokol kesehatan (Prokes) bisa diterapkan.

“Insya Allah, kalau capaian vaksinasi anak sudah masif. Kalau sudah banyak, tentu pemerintah akan lebih percaya diri menggelar PTM secara full,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Bila ada penolakan kata dia, pihaknya tetap mengupayakan pendekatan persuasif. Petugas harus mampu memberikan penjelasan dan meyakinkan orang tua. Tunjukan data manfaat vaksinasi sehingga orang tua bisa menyetujui. Apalagi esensi vaksinasi ini bertujuan untuk kebagikan anak itu sendiri. “Kami melakukan ini untuk melindungi seluruh masyarakat termasuk anak-anak kita. Jadi, tidak ada pemaksaan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur memastikan tak akan penekanan dan pemaksaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Sebelum divaksin, setiap anak wajib mendapatkan persetujuan orang tua. Selain itu, pihaknya telah membuat protap. Diantaranya, anak wajib sarapan atau makan terlebih dahulu.

“Sebelum divaksin, kami sudah siapkan surat pernyataan terkait persetujuan dari orang tua. Kalau setuju, baru kita lakukan tindakan medis. Anak yang akan divaksin harus didampingi orang tua dengan membawa serta Kartu Keluarga (KK). Bila ada orang tua yang tidak setuju anaknya untuk divaksin, tak perlu khawatir. Sebab anaknya tetap bisa bersekolah. Jadi, memang tidak ada pemaksaan,” tandasnya.

Teknis pelaksanaan vaksin kata dia, telah dijadwalkan di masing-masing kecamatan. Tiap hari, disedikan lokasi penyuntukan vaksin. Targetnya, 150 s.d 200 anak setiap hari. “Harapannya, pelaksanaan vaksinasi anak ini berlangsung tanpa kendala,” pungkasnya. (b/m1)

Vaksinasi Anak Usia 6 s.d 11 Tahun
-Sasaran 34.793 Anak
-Diikuti 127 SD Negeri dan Swasta
-Target Harian 150-200 Murid
-Launcing Perdana SDN 2 Kendari (200 Murid Divaksin)

Syarat Divaksin
-Wajib Mendapat Persetujuan Orang Tua (Surat Pernyataan)
-Murid Didampingi Orang Tua/Wali (Bawa KK)
-Harus Sarapan atau Makan Terlebih Dahulu

Protap
Pertugas Harus Bisa Memberi Pemahaman Pentingnya Vaksin
Kedepankan Upaya Persuasif Yakinkan Orang Tua yang Menolak
Pastikan Tidak ada Paksaan dan Penekanan

Tinggalkan Balasan