oleh

Sekot Kendari : Pembangunan Kantor Dinsos Gunakan BTT


KENDARINEWS.COM — Kekhawatiran akan munculnya masalah baru penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) pasca terkabarnya kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari telah lewat. Kepala Dinsos Kota Kendari, Abdul Rauf memastikan data penerima Bansos aman. Meski secara fisik dokumennya terbakar, namun datanya telah diback up dalam aplikasi.

“Kalau (data) fisik sudah habis. Tetapi kan semua data bansos sekarang ini berbasis aplikasi. Jadi saya pikir kalau sudah terpasang listrik, terpasang kembali wifi. Insya Allah semua akan terkoneksi dengan pusat dan itu secara otomatis akan muncul semua nama-nama penerima bansos, tidak ada masalah,” ungkapnya kata Abdul Rauf kemarin.

Mantan Kabag Kesra Pemkot Kendari ini punjuga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan cara mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Dinsos.

Nahwa Umar

“Saya pikir tetap jalan. Namun dengan segala keterbatasan dengan menyesuskan kondisi saat ini. Sesuai arahan pak Wali Kota, kami diminta memanfaatkan halaman agar masyarakat bisa terlayani. Makanya, kami berencana menambah tenda darurat lagi,” ujarnya.

Saat ini, data penerima Asuransi Jaminan Kesehatan Kota Kendari berjumlah 83 ribu jiwa. Sementara penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sekira 9.000 lebih. “Untuk penerima bansos itu ada kurang lebih 11 ribu,” pungkas mantan Sekcam Baruga ini.

Sekot Kendari, Hj Nahwa Umar mengatakan kantor Dinas Sosial (Dinsos) yang hangus terbakar akan segera dibangun. Untuk biayanya diambil dari Belanja Tak Terduga (BTT). “Tidak dianggarkan tapi dengan bencana kebakaran begini bisa melalui BTT. Tidak mungkin, kita menunggu tahun depan. Tentunya pos itulah yang kita biasa gunakan yang namanya darurat,” kata Nahwa umar.

Dana BTT tahun ini lanjut Jenderal ASN ini sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut bisa digunakan untuk pembangunan Kantor Dinsos yang terbakar termasuk sarana prasarana didalamnya.

“BTT tahun ini kurang lebih Rp 50 miliaran. Kita juga tetap mmengalokasikan untuk vaksin. Kan masih ada perubahan kalau tidak cukup, yang penting ini dulu. Saya kira bisa dinding-dinding nya masih bisa dimanfaatkan, yang masih bisa dimanfaatkan kita manfaatkan. Makanya segera dihitung (kerugian,red) kira-kira seperti itu,” ungkap Nahwa.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Kendari, Abdul Rauf menaksir kerugian akibat kebakaran kurang lebih Rp 1 miliar. Pihaknya, pun masih melakukan perhitungan detail akibat kerugian.

“Ya kalau bangunannya ini saya pikir barang kali diatas Rp 1 miliar. Saya juga bukan ahli taksir tidak bisa bisa mengakur ini berapa. Barang kali mungkin nanti teman-temandari aset yang akan menghitung membantu saya,” pungkasnya. (b/ags)

Komentar

Tinggalkan Balasan