Wagub Minta Warga Tak Nekat Mudik

Metro Kendari

Penjagaan di Perbatasan Bakal Diperketat

KENDARINEWS.COM — Untuk mencegah penularan wabah virus corona, pemerintah telah meniadakan mudik lebaran tahun ini. Sebagai tindaklanjutnya, Pemprov Sultra bersama TNI-Polri dan instansi lainnya melakukan pemantuan di tiap jalur perbatasan. Tidak hanya antar provinsi, namun juga kabupaten/kota baik jalur darat, laut dan udara.

Wakil Gubenur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas menyebutkan penjagaan antar pulau di Sultra akan di pekerketat selama libur lebaran. Upaya ini guna pengendalian dan pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). Orang nomor 2 di Bumi Anoa, meminta masyarakat agar bersabar untuk tidak melakukan mudik. Terlebih langkah yang diambil pemerintah tentu demi masyarakat.

“Penjagaan di perbatasan dan pelabuhan akan dipantau. Untuk itulah, saya meminta tak perlu mudik. Kan, kini bisa silaturahmi melalui video call. Teknologi sudah memberikan semua kemudahan,” kata Lukman Abunawas.

Pelarangan mudik kata dia, sudah menjadi keputusan bersama. Di awali dari instruksi predisen yang kemudian dijabarkan melalui surat edaran (SE) di sejumlah kementerian dan lembaga. Di Sultra, gubernur telah menerbitkan SE nomor 443.1/1898 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang antar kabupaten kota dalam provinsi Sultra dengan transportasi selama masa hari raya Idulfitri 1442 hijriah.

“Kebijakan ini tak lain dalam rangka pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19. Peniadaan mudik tersebut berlaku sejak tanggal 6 Mei sampai 17 Mei untuk seluruh wilayah Provinsi Sultra,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah turut memberi kelonggaran atau pengecualian. Seperti mereka yang tengah melaksanakan tugas kedinasan, butuh penanganan medis, menjengkut keluarga yang sakit dan meninggal dan hal-hal urgen lainnya termasuk yang dipertambangan atau di Morosi.

“Kan tidak mungkin mereka lebaran di Morosi, jelas mereka pulang di rumahnya. Apalagi di Konawe masih satu kampung masih satu wilayah. Kecuali keluar wilayah provinsi seperti Makasar atau ke Palu itu tetap di perketat,” ucapnya.

Untuk memastikan, petugas di lapangan nantinya akan mengecek kartu tanda penduduk (KTP) setiap pengendara yang lewat. “Sama halnya bila orang dari Konawe datang berbelanja di Kendari dapat di maklumi. Terkecuali antar pulau, akan diperketat sebab ini sebagai upaya menghidari adanya kerumunan saat naik kapal,” ungkapnya. (b/rah)

Tinggalkan Balasan