Dari Cultivator ke Panen: Bantuan ANTAM Dorong Produktivitas Kebun Ketahanan Pangan Desa Mowundo

Kendarinews.com — Konawe Utara, 2 November 2026. PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara menghadiri panen semangka di Kebun Ketahanan Pangan (Ketapang), Desa Mowundo, Kecamatan Molawe. Kebun desa ini dibuka menggunakan cultivator bantuan ANTAM, yang mempercepat pengolahan lahan sehingga penanaman dapat segera dimulai dan kini menghasilkan berbagai komoditas hortikultura.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Mowundo, Naniyatin, S.Pd.; Sekretaris Camat Molawe, Budiarjo, S.Si., yang mewakili Camat Molawe; dan CSR & ER Comdev WUH Andi Aswar, yang mewakili Pimpinan CSR & ER ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara. Hadir pula jajaran pemerintah Desa Mowundo dan sejumlah masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat langsung pemanfaatan dan hasil dari cultivator yang diberikan ANTAM kepada kelompok tani dalam program Mandiri Pangan. Kebun dikelola Saddam, penggerak lokal dari program pertanian ANTAM berbasis pekarangan rumah: program Mandiri Pangan. Bersama tiga anggota kelompoknya, ia menggunakan cultivator tersebut untuk membuka lahan seluas 30 x 40 m2 di tengah musim kemarau, ketika tanah berpasir sulit digemburkan. Lahan itu kini ditanami sekitar 70% oleh Sembilan (9) komoditas: timun, gambas, paria, jagung, semangka, melon, tomat, kangkung, dan pakcoy. Enam komoditas telah dipanen, yaitu kangkung, pakcoy, timun, gambas, semangka, dan tomat, sedangkan sisanya masih dalam masa pertumbuhan.

Pada pakcoy misalnya, satu bedeng yang dipanen satu kali menghasilkan Rp300.000 dengan harga Rp5.000 per ikat. Kangkung dari satu bedeng yang dipanen satu kali menghasilkan Rp280.000 dengan harga yang sama. Timun telah dipanen empat kali, masing-masing sebanyak 2kg, 14kg, 18kg, dan 12kg, dengan harga Rp10.000/kg. Gambas dipanen sekitar 50 buah sekali panen dan dijual Rp5.000 per ikat berisi tiga buah. Tomat telah dipanen pertama sebanyak 2 kg, sementara semangka yang terjual mencapai 100 kg dengan harga Rp10.000/kg, sehingga menghasilkan pendapatan sekitar Rp1.000.000 dengan potensi panen hingga 500 kg.

Dari sisi pasar, menurut Saddam pembeli tidak sulit dicari. Pembelinya beragam, mulai dari pemilik katering perusahaan hingga rumah tangga, dan sebagian bahkan memesan satu bedeng sebelum panen.

“Kebutuhan masyarakat terhadap sayuran masih banyak mba, sementara produsennya masih sedikit. Ini peluang buat kami untuk terus menanam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembukaan lahan yang biasanya membutuhkan banyak tenaga dan waktu kini jauh lebih efisien dengan adanya cultivator, dan hasil panen kali ini lebih baik dibanding penanaman sebelumnya di kebun tersebut meski kemarau ekstrem telah berlangsung beberapa bulan.

Kebun Ketapang juga dijadikan lahan percontohan bagi siapa pun yang ingin belajar bertani, termasuk peserta Program Mandiri Pangan yang saat ini didampingi Saddam melalui kolaborasi dengan PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara. Dengan lahan yang lebih cepat siap tanam berkat cultivator, Saddam dapat mencoba berbagai komoditas untuk melihat jenis tanaman yang paling mudah dan menguntungkan untuk dikembangkan.

Melihat hasil yang positif ini, bantuan cultivator ANTAM dinilai telah dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi kelompok tani dan masyarakat Desa Mowundo. PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara berharap bantuan ini terus mendukung pengembangan pertanian dan kemandirian pangan masyarakat desa. (ris)

Tinggalkan Balasan