KENDARINEWS.COM— Pencegahan narkoba tidak boleh berhenti pada slogan. Prinsip itulah yang diterapkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe saat menggelar Workshop Penggiat P4GN di Kabupaten Konawe Utara. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah dan perusahaan setempat, dengan tujuan melahirkan agen pencegahan narkoba yang benar-benar bekerja di lingkungan masing-masing.

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Lingkungan Pemerintahan dan Dunia Usaha yang Bersih dari Narkoba melalui Deteksi Dini, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat”, kegiatan ini berbeda dari penyuluhan biasa. Begitu sesi materi selesai, peserta langsung mengikuti deteksi dini penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk komitmen nyata.
Peserta dibekali pemahaman lengkap, mulai dari cara memetakan risiko narkotika di tempat kerja, penyuluhan, prosedur deteksi dini, mekanisme pelaporan, hingga rujukan dan rehabilitasi. BNNK Konawe menegaskan, setiap peserta wajib menyusun rencana aksi P4GN di lembaga masing-masing setelah kegiatan ini berakhir.
“Workshop ini harus menghasilkan aksi, bukan hanya dokumentasi kegiatan,” tegas semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Deteksi dini ini dilakukan dengan tetap menjaga kerahasiaan data peserta. Pemeriksaan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan bagian dari upaya mencegah dan menindaklanjuti secara tepat jika ditemukan indikasi masalah.
Perusahaan dan instansi pemerintah juga didorong untuk membuat kebijakan internal masing-masing, termasuk edukasi rutin, pemeriksaan berkala, serta menyediakan jalur konsultasi dan rujukan bagi pekerja yang membutuhkan bantuan.
Melalui langkah ini, P4GN diharapkan tidak lagi dipandang sebagai program satu lembaga saja, melainkan menjadi gerakan bersama pemerintah, perusahaan, pekerja, dan seluruh masyarakat.










































