KENDRINEWS. COM— PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, terus membuka akses seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam proyek strategis Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi prakualifikasi vendor lokal yang digelar di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha dari lima kecamatan di wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa: Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan agar manfaat ekonomi dari proyek besar ini dapat dirasakan secara langsung dan luas oleh masyarakat sekitar.
“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini,” ungkap Rifai.
Sosialisasi kali ini melibatkan anggota dari sembilan asosiasi pengusaha, menjelaskan secara rinci tahapan prakualifikasi mulai dari persyaratan administrasi, legalitas, kapabilitas teknis, hingga standar keselamatan kerja. Kelulusan prakualifikasi menjadi pintu masuk untuk dapat mengikuti proses pengadaan, meski tidak menjamin perolehan kontrak. Setiap tender tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, kemampuan teknis, penawaran komersial, serta tata kelola perusahaan yang berlaku.
Rifai menegaskan bahwa pengembangan kapasitas vendor lokal bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan investasi jangka panjang.
“Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia,” tambahnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM), Madi, menyambut positif langkah ini. Menurutnya, kejelasan proses memungkinkan pengusaha lokal mempersiapkan diri lebih matang dan berkompetisi secara sehat.
Sementara itu, Direktur PT Bija sekaligus anggota ASKOJAPP, Alfian, berharap sosialisasi ini diikuti dengan pendampingan berkelanjutan agar semakin banyak perusahaan lokal yang naik kelas dan mampu bersaing dalam proses pengadaan.
“Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif,” ujar Alfian.
Melalui sinergi yang terjalin, Vale Indonesia berharap kehadiran proyek IGP Pomalaa tidak hanya membawa dampak pada sektor pertambangan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah melalui ekosistem usaha lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi.










































