PT Vale Indonesia Raih Penghargaan Kepatuhan PNBP, Kontribusi Negara Melesat Hingga 91 Persen

KENDARINEWS. COM— PT Vale Indonesia Tbk, anggota grup pertambangan nasional MIND ID, mencatat pencapaian membanggakan dalam kepatuhan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral. Perusahaan ini menerima apresiasi khusus dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menunaikan kewajiban fiskal kepada negara secara tepat waktu dan transparan.

Pembayaran royalti dan PNBP Vale Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi PNBP tercatat mencapai US$52,06 juta, naik sebesar 87,9% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini didorong terutama oleh royalti produksi yang menyentuh angka US$45,55 juta, lebih dari dua kali lipat capaian tahun sebelumnya.

Pertumbuhan berlanjut hingga tahun 2026. Dalam sembilan bulan pertama, Vale Indonesia telah menyetor royalti dan retribusi sebesar US$101,63 juta, meningkat 91,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menegaskan bahwa seiring bertumbuhnya skala usaha, kontribusi perusahaan terhadap pendapatan negara juga ikut menguat secara signifikan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si., dalam rangkaian Mineral & Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026. Tahun ini, pemerintah memberikan total 42 apresiasi kepada badan usaha di berbagai kategori, dan Vale Indonesia menjadi salah satu penerima dalam kategori kepatuhan pembayaran PNBP kelompok Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., menyambut positif pencapaian ini dan berharap dapat menjadi teladan bagi pelaku industri lainnya.

“Apresiasi ini diharapkan memacu badan usaha lain untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus kontribusi pembangunan nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting agar kekayaan alam benar-benar memberikan manfaat optimal bagi bangsa,” ujarnya.

Sejak beroperasi lebih dari lima dekade, Vale Indonesia telah berkembang dari kegiatan pertambangan di Sorowako, Sulawesi Selatan, menjadi perusahaan dengan jejak operasi yang meluas ke Bahodopi (Sulawesi Tengah) dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara). Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global, tetapi juga memperbesar potensi kontribusi fiskal bagi pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Bagian Pajak Vale Indonesia, Chandra Yudha, menyambut penghargaan tersebut sebagai motivasi sekaligus tanggung jawab yang lebih besar.

“Bagi kami, apresiasi ini bukan sekadar pengakuan, melainkan amanah. Pertumbuhan usaha harus selalu berjalan beriringan dengan pemenuhan kewajiban kepada negara. Nilai ekonomi yang dihasilkan harus kembali bermanfaat bagi pembangunan nasional dan daerah, sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Vale Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya: mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, menaati seluruh regulasi, dan memastikan bahwa setiap pertumbuhan produksi senantiasa diiringi oleh peningkatan kontribusi fiskal yang nyata bagi kemajuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan