KENDARINEWS. COM–Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau, Mustar Taro, melakukan silaturahmi strategis ke Istana Baadia, Kamis (29/10/2026). Ia diterima langsung oleh Sultan Buton sekaligus Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Yang Mulia Paduka Ir. H. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU. Kunjungan ini merupakan wujud komitmen memperkuat sinergi antara pemasyarakatan, pemangku adat, dan dunia pendidikan di Kota Baubau.

Dalam pertemuan tersebut, Mustar Taro melaporkan secara mendalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas Baubau, terutama program unggulan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter). Program ini melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama di 43 kelurahan se-Kota Baubau untuk langsung terlibat dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan.
“Mohon izin Yang Mulia, kami intensifkan program Kelayan Binter. Tokoh masyarakat dan tokoh agama terlibat langsung membimbing klien pemasyarakatan. Melalui kolaborasi ini diharapkan keberhasilan reintegrasi sosial meningkat dan angka residivis menurun,” lapor Mustar.
Sultan Buton menyambut baik langkah tersebut dan memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial bukan sekadar urusan administratif, melainkan ikhtiar mulia untuk menyelamatkan anak bangsa agar dapat diterima kembali oleh masyarakat.
“Tetaplah semangat membimbing warga dan klien pemasyarakatan. Tugas pembimbingan moral dan reintegrasi sosial ini adalah kerja mulia untuk merajut kembali harmoni di tengah masyarakat,” pesan Sultan.
Beliau juga menekankan pentingnya menyelaraskan pendekatan pembinaan dengan nilai-nilai dan hukum adat lokal. Kearifan masyarakat Buton dinilai sangat efektif dalam menekan angka kriminalitas dan mencegah residivisme. Dalam hukum adat Buton, penyelesaian pelanggaran tidak berorientasi pada pembalasan semata, melainkan pada pemulihan keharmonisan sosial — sejalan dengan semangat Keadilan Restoratif yang kini didorong secara nasional.
Mustar Taro juga menyampaikan rencana strategis penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bapas Baubau dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan pelaksanaan program Kelayan Binter, melibatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi — penelitian, pengabdian masyarakat, serta pendampingan psikososial — agar pembimbingan berjalan lebih ilmiah, terukur, dan berkelanjutan.
Sinergi antara Bapas Baubau, Kesultanan Buton, dan Unidayan ini diharapkan menjadi model pendekatan humanis sekaligus preventif dalam penanganan permasalahan hukum, mewujudkan pembinaan kemasyarakatan yang aman, berkeadilan, dan berakar pada kearifan lokal di Kota Baubau










































