MUI Sultra Periode Baru Dikukuhkan, ASR Tekankan Jaga Kemurnian Masjid dan Perkuat Persatuan

KENDARINEWS.COM– Momen pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara masa khidmat 2026–2031 menjadi titik tolak baru bagi penguatan hubungan antara ulama dan pemerintah.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), hadir memberikan arahan strategis yang menempatkan MUI sebagai pilar penting pembangunan, sekaligus mengingatkan agar tetap menjaga independensi serta menjauhkan rumah ibadah dari kepentingan politik praktis.

Di hadapan jajaran pengurus baru, tokoh agama, dan unsur Forkopimda, ASR menyambut baik terbentuknya kepengurusan MUI yang baru. Ia menilai posisi MUI sangat strategis sebagai mitra kritis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan keumatan. Oleh karena itu, sinergi yang sudah terjalin diharapkan semakin kokoh untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Dalam arahannya yang mendalam, ASR menegaskan batasan tegas mengenai fungsi tempat ibadah. Ia mengingatkan seluruh pengurus dan jamaah agar tidak mencampuradukkan agama dengan ambisi politik yang berpotensi memecah belah.

“Jika agama sudah dicampuri politik, itu tanda kehancuran. Kita akan terpecah menjadi kelompok-kelompok yang saling berhadapan. Masjid harus tetap menjadi suaka persatuan, bukan arena perdebatan. Hilangkan sekat politik di dalamnya,” tegas ASR.

Ia menambahkan, meskipun dalam kontestasi politik memiliki perbedaan pilihan, hal itu harus ditinggalkan sepenuhnya demi kepentingan bersama. “Saya yakin di sini ada yang mendukung saya dan ada yang tidak. Namun itu masa lalu. Saatnya kita bersatu membangun daerah tanpa melihat latar belakang politik,” ujarnya.

Gubernur yang juga mantan Pangdam Hasanuddin ini menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. MUI diharapkan menjadi mitra yang memberikan dukungan moral dan spiritual, serta masukan yang membangun demi kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Kami membutuhkan ulama yang menjadi perekat bangsa dan penyejuk masyarakat. MUI harus menjadi jembatan aspirasi rakyat ke pemerintah, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga akhlak dan ketahanan generasi muda,” tambahnya.

Menghadapi tantangan zaman seperti narkoba, pergaulan bebas, hoaks, hingga paham radikal di era digital, ASR meminta MUI lebih aktif dalam pembinaan umat dan pemberdayaan ekonomi syariah—mulai dari sertifikasi halal hingga penguatan UMKM berbasis syariah.

Terkait laporan mengenai kendala fasilitas di Masjid Al-Alam, ASR memberikan kepastian. Pemerintah Provinsi akan memelihara dan memperbaiki tata suara serta fasilitas di dua masjid utama, yaitu Masjid Al-Alam dan Masjid Al-Kautsar. Namun ia kembali menegaskan komitmen bersama: fasilitas bagus harus diisi dengan aktivitas yang menjaga persatuan, bukan perpecahan.

Sementara itu, Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah, KH Abdul Manan Ghani, dan Ketua Umum MUI Sultra, KH Muslimin, sama-sama menegaskan filosofi kerja sama: “Ulama dan umara harus bersanding, bukan bertanding.”

MUI bertekad menjalankan amanah sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah yang independen, memberikan nasihat yang benar serta mendukung kebijakan yang berkeadilan demi kemajuan Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan