Rekam Jejak dan Visi Luhur, Prof Takdir Saili Siap Teruskan Estafet Kemajuan UHO

KENDARINEWS.COM— Di usia 57 tahun yang dianggapnya sebagai puncak kematangan pengalaman, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., resmi tampil sebagai calon Rektor Universitas Halu Oleo. Baginya, momentum ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan kontribusi terbaik di puncak kepemimpinan, setelah selama periode sebelumnya ia memilih memberi kesempatan kepada orang lain demi realitas situasi saat itu.

Meniti karier dari Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga Ketua Senat Universitas, Prof Takdir mengaku memiliki bekal lengkap tata kelola kampus. Ia juga bangga dibentuk oleh para senior, termasuk mantan Rektor Prof Zamrun, yang menanamkan nilai ilmu, teladan, dan tanggung jawab.

Kelebihan utamanya tak hanya di ranah internal. Di bidang keilmuan reproduksi ternak, ia telah 8 tahun menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Reproduksi Hewan Indonesia. Saat menjadi Dekan, ia juga dipercaya memimpin Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan se-Indonesia Wilayah Timur yang membawahi Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Pengalaman organisasi nasional dan jejaring penelitian kawasan timur Indonesia ini, kata dia, menjadi modal penting agar UHO tak hanya kuat di dalam, tapi juga dikenal dan diperhitungkan secara nasional.

“Memimpin universitas tak bisa sendiri. Butuh jejaring, komunikasi eksternal, dan kemampuan merangkul semua potensi yang ada,” tegasnya.

Lanjutkan Warisan, Perkuat Inovasi

Visi Prof Takdir berpijak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penekanan pada inovasi. Prinsip utamanya: melanjutkan apa yang sudah dibangun pendahulu, seperti arah persaingan nasional dan internasional era Prof Usman Rianse. Baginya, kemajuan institusi adalah hasil kerja kolektif, bukan pencapaian perorangan.

Tantangan utama ke depan menurutnya adalah mengubah orientasi mutu yang masih administratif. Ia ingin standar akreditasi tumbuh menjadi budaya kerja harian, bukan sekadar sibuk dokumen saat asesmen. “Saya ingin setiap saat kita sudah siap dinilai. Akreditasi cerminan nyata kualitas sistem, bukan sandiwara,” ujarnya tegas.

Di sisi penelitian, ia menekankan perlunya peta jalan riset yang jelas, berkelanjutan, dan berkelompok, agar hasilnya melahirkan solusi nyata bagi masyarakat, bukan berhenti di laporan semata.

Benahi Fasilitas dan Sistem Data

Sebagai langkah strategis, ia berkomitmen membenahi fasilitas fisik seperti kelengkapan Gedung Kuliah Umum, memperkuat pencitraan positif kampus lewat media, hingga membangun sistem informasi terintegrasi.

“Satu data, satu platform. Tak boleh lagi ada perbedaan angka antar bagian, supaya keputusan cepat, akurat, dan transparan,” jelas pakar mikrofertilisasi ini.

Diusung rekam jejak panjang, integritas, dan gagasan nyata, Prof Takdir meyakini penilaian Senat dan Kementerian akan jatuh secara alami pada sosok yang terbukti kapasitas, pengalaman, dan visinya membawa UHO makin berdaya saing global namun tetap bermanfaat bagi daerah.(ani)

Tinggalkan Balasan