KENDARINEWS. COM–Ada 8 titik banjir yang butuh penanganan serius dan pembersihan menyeluruh, mengingat genangan air yang bercampur lumpur masih bertahan.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, memaparkan perkembangan terkini penagnan banjir di Kendari.Iamenegaskan seluruh unsur kekuatan pemerintah daerah, keamanan, dan pertahanan telah dikerahkan secara penuh untuk membantu warga.
“Seluruh pimpinan daerah sudah terlibat dalam forum penanganan bencana. Kami dari BPBD turun sepenuhnya, begitu juga instansi terkait: Dinas Sosial, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan hingga RSUD. Unsur Muspida, Polres, Kodim, Lanal, dan Lanud juga ikut bergotong royong terjun langsung ke lokasi,” ujar Cornelius saat ditemui di Lokasi gudang Bulog saat pemantauan penerimaan beras bantuan korban banjir, Rabu (13/5/2026).
Sebagai pusat koordinasi, pemerintah mendirikan Posko Komando Induk di wilayah Wangu. Posko ini tidak hanya melayani warga Wangu, tetapi menjadi pusat kendali untuk seluruh wilayah terdampak di Kendari.
Di posko ini ditugaskan 10 petugas yang berjaga 24 jam. Total personil yang dikerahkan mencapai ribuan orang. Rinciannya: Polres 35 orang, Kodim 32 orang, Lanal 15 orang, Lanud 15 orang, ditambah seluruh perangkat daerah terkait yang berjumlah sekitar seribuan orang lebih. Mereka bertugas menyisir setiap wilayah, membantu membersihkan rumah, lingkungan, dan mengevakuasi warga yang masih butuh bantuan. Pola kerja yang diterapkan adalah bergerak (mobile), tidak hanya berdiam di posko. Tim keliling memantau kondisi, mencatat wilayah yang sudah aman dan bersih, lalu memusatkan tenaga ke titik yang masih parah. Untuk jaga malam, hanya sekitar 5 orang dari masing-masing unsur yang bertugas di posko, sementara sisanya tetap berpatroli.
Dari data terbaru, 8 titik yang masih butuh penanganan serius meliputi: – Wilayah Kambu: masih butuh pembersihan besar-besaran- Seluruh wilayah Wangu- Belakang Rumah Sakit Hermina: dampak banjir masih cukup parah- Lepo-lepo dan perumahan dekat Kantor Lurah Wangu: masih ada genangan air setinggi mata kaki hingga betis- Beberapa RT di Kelurahan Lalu Lara: genangan air belum surut.
Cornelius menjelaskan kendala utama adalah air yang menggenang bukan air jernih, melainkan bercampur lumpur tebal. Hal ini membuat proses pengeringan dan pembersihan memakan waktu lebih lama serta butuh tenaga kerja lebih banyak. “Meski sudah dua hari cuaca cerah, lumpur yang menumpuk membuat air lambat surut, “pungkasnya.(lis)









































