Bank Sultra Salurkan Bantuan Rp93 Juta Lebih untuk Korban Banjir Kendari

KENDARINEWS. COM— PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp93,3 juta bagi warga Kota Kendari yang terdampak banjir. Bantuan yang bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) ini berupa 300 paket sembako lengkap serta santunan bagi keluarga korban jiwa, sebagai bentuk kepedulian nyata institusi milik daerah tersebut.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, kepada Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, di Kantor Dinas Sosial Kota Kendari, Kamis (14/5/2026). Acara tersebut turut disaksikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Rukmana.

Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok mendesak meliputi beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir. Sebanyak 280 paket diserahkan kepada pemerintah kota untuk didistribusikan secara merata ke berbagai wilayah terdampak, sedangkan 20 paket lainnya langsung diserahkan ke warga di RW IV dan RW V Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, yang menjadi salah satu titik terdampak cukup parah.

Selain logistik pangan, manajemen Bank Sultra juga menyerahkan uang santunan khusus kepada para orang tua yang kehilangan anak dalam musibah banjir tersebut, sebagai wujud belasungkawa mendalam atas duka yang dialami.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari pemegang saham pengendali, yakni Gubernur Sulawesi Tenggara, agar bank daerah hadir dan berperan aktif saat masyarakat sedang dalam kesulitan.

“Kami merasa sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Sebagai bank milik daerah, ada tanggung jawab moral untuk hadir dalam penanggulangan bencana. Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga dan sedikit meringankan beban yang sedang dipikul,” ujar Andri.

Bantuan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar warga di masa tanggap darurat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah dalam penanganan dampak bencana alam.

Tinggalkan Balasan