Sterilisasi Kawasan MTQ, Pemprov Tegaskan: Ini Penataan, Bukan Pelarangan

KENDARINEWS.COM–– Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, kawasan Tugu Persatuan MTQ mulai disterilkan dan ditata rapi. Langkah ini dilakukan demi memuluskan persiapan acara, namun pemerintah menegaskan ini bukan upaya menyingkirkan pedagang, melainkan upaya menciptakan tatanan yang lebih tertib dan nyaman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa pembatasan akses ini bersifat sementara, hanya berlangsung selama satu hingga dua hari ke depan. Hal ini diperlukan karena area utama sedang padat aktivitas, mulai dari pemasangan dekorasi, distribusi logistik, hingga penataan booth.

“Area ini sedang kita sterilkan agar proses bongkar muat dan dekorasi berjalan lancar. Untuk sementara, aktivitas umum dan berjualan di area inti diminta menunda dulu,” ujar Andi Syahrir.

Pemerintah menolak anggapan bahwa kebijakan ini bermaksud melarang pelaku Usaha Mikro, Kecat, dan Menengah (UMKM) mencari rezeki. Justru sebaliknya, tujuan utamanya adalah memberikan ruang yang lebih layak dan terorganisir.

“Jangan disalahartikan pemerintah tidak memberi ruang. Prinsipnya semua diakomodir, tetapi harus tertib. Kita ingin pedagang berjualan dengan rapi, nyaman, dan representatif,” tegasnya.

Pemerintah memahami betul momentum HUT adalah momen emas bagi ekonomi rakyat. Karena itu, penataan dilakukan agar aktivitas jual beli tetap berjalan lancar tanpa mengganggu keindahan dan ketertiban kawasan.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, memaparkan bahwa kawasan eks MTQ kini dikelola secara resmi dan profesional. Selama ini, aktivitas dagang yang tidak teratur seringkali memakan trotoar, menyebabkan kemacetan, hingga parkir liar yang meresahkan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sekitar 100 unit tenant permanen yang representatif di dalam kawasan. Pengisian tempat ini akan melalui proses seleksi dan kurasi ketat dari Dinas Perindag dan Pariwisata agar kualitasnya terjaga.

Meski jumlah tersebut belum mampu menampung seluruh pedagang, Rizal memastikan tidak ada yang dibiarkan tanpa solusi.

“Memang tidak semua bisa masuk ke 100 tenant utama. Tapi tenang, bagi yang belum terakomodir, kami tetap akan menyiapkan ruang dan lokasi alternatif di dalam kawasan ini dengan penataan lanjutan,” pungkasnya.

Dengan konsep ini, diharapkan perayaan HUT ke-62 Sultra nanti tidak hanya meriah dan indah dipandang, tetapi juga tetap ramah bagi rakyat dan mendukung geliat ekonomi kreatif.

Tinggalkan Balasan