KENDARINEWS.COM– Menjelang pergantian tahun 2025-2026, masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak perlu khawatir tentang ketersediaan dan harga bahan pokok. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra yang terdiri dari Perum Bulog Kanwil Sultra, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, serta Ditreskrimsus Polda Sultra telah melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sentral Kota dan memastikan kondisi pasar dalam keadaan terkendali.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sultra, Benhur Ngkaimi, mengungkapkan bahwa harga bahan pokok umumnya stabil bahkan ada yang mengalami penurunan, salah satunya cabai. “Harga-harga masih konsisten dengan pemantauan sebelumnya, beberapa komoditas malah turun! Stok juga cukup dan aman, jadi masyarakat bisa menyambut Tahun Baru dengan tenang dan nyaman,” tegasnya.
Stabilitas harga ini diduga dipengaruhi oleh pasokan yang terjaga dengan baik dan perilaku masyarakat yang cerdas dalam berbelanja, tanpa melakukan panic buying. “Kita optimistis kondisi ini akan tetap terjaga hingga awal Januari mendatang,” tambah Benhur.
Kepala Disperindag Sultra, Rony Yakob Laute, menambahkan bahwa pemantauan juga dilakukan di berbagai daerah sepanjang momentum Natal dan Tahun Baru. Meskipun sebagian besar bahan pokok didatangkan dari luar daerah, khususnya Sulawesi Selatan, pasokan tetap lancar.
“Alhamdulillah, stok mencukupi dan harga relatif stabil. Hanya di beberapa wilayah kepulauan ada kenaikan harga cabai, kemungkinan karena faktor cuaca yang menghambat distribusi. Namun di wilayah daratan, kondisinya tetap baik,” jelas Rony.
Untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali, seluruh Satuan Pengendali dan Pengawas Ketersediaan dan Harga Barang Kebutuhan Pokok (SP2KT) se-Sultra juga telah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung.










































