KENDARINEWS.COM- – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) meningkatkan kesiapsiagaan menyeluruh menghadapi potensi bencana alam menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah utama dilakukan dengan menggelar apel kesiapsiagaan, uji coba Prosedur Tetap (Protap) 02 untuk penanggulangan bencana tanah longsor, serta resmikan posko terpadu yang beroperasi 24 jam.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, dan relawan kebencanaan. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa apel siaga merupakan bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Nataru. “Gelar kesiapsiagaan ini juga menjadi uji coba Protap 02 bencana tanah longsor. Protap bukan dokumen statis, tetapi harus terus diuji dan disempurnakan agar benar-benar siap diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Uji coba Protap 02 mencakup mekanisme pelaporan, pengambilan keputusan, penggerakan personel dan peralatan, serta pengelolaan logistik. Menurut Andi Sumangerukka, kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan pimpinan dalam menggerakkan masyarakat dan kemampuan personel lapangan dalam menghadapi kondisi darurat. “Di dalam kita menguji para pimpinan, di luar kita menguji para pelaku lapangan. Mekanisme di dalam adalah bagaimana pimpinan mengatasi dan menggerakkan penduduknya, sementara di lapangan kita melihat keterampilan mereka dalam menguasai material dan mengatasi masalah,” jelasnya.
Selain itu, dilaksanakan juga Tactical Floor Game (TFG) terkait penanganan bencana tanah longsor. Kepala BPBD Sultra, La Ode Saifuddin, menyebut posko terpadu telah didir










































