Ekonomi Sultra Diproyeksi Tumbuh Lebih Tinggi pada 2026

KENDARINEWS.COM — Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2026 diproyeksi akan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Thathit Suryono, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar akhir pekan lalu.

Menurut Thathit, optimisme pertumbuhan ekonomi Sultra didorong sejumlah faktor strategis. Di antaranya, meningkatnya kinerja sektor pertanian melalui ekstensifikasi lahan, bertambahnya kapasitas industri pengolahan logam dasar yang masuk dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta berlanjutnya pembangunan kawasan industri strategis di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli dan risiko inflasi, namun sinergi kebijakan antar-stakeholders menjadi kunci untuk menjaga stabilitas perekonomian,” ungkap Thathit Suryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/11/2025).

Thathit menegaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Di sisi lain, BI juga terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

“Bank Indonesia senantiasa bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjaga inflasi dalam sasaran menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Kinerja ekonomi Sultra pada Triwulan III 2025 tercatat tumbuh 5,65 persen (yoy). Pertumbuhan ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya mencapai 5,04 persen (yoy). Peningkatan ini terutama dipicu oleh kuatnya kinerja lapangan usaha industri pengolahan berbasis ekspor serta konsumsi rumah tangga yang terus menguat.

Selain itu, tekanan inflasi di Sultra juga tercatat tetap terkendali. Pada Oktober 2025, inflasi kembali masuk dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah, berkat berbagai upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan penerapan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Aktivitas ekonomi masyarakat turut mengalami peningkatan signifikan seiring pesatnya digitalisasi sistem pembayaran. Transaksi QRIS di Sultra tumbuh tinggi dan telah mencapai 23,29 juta transaksi, sementara jumlah merchant yang memanfaatkan layanan tersebut juga terus meningkat.

Perkembangan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi secara digital, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Pada tingkat regional, perekonomian wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) pada Triwulan III 2025 turut tumbuh positif sebesar 4,96 persen (yoy), dengan inflasi yang tetap terkendali. Kondisi ini memperlihatkan daya tahan ekonomi kawasan timur Indonesia yang terus membaik dan memberikan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dengan berbagai indikator positif tersebut, perekonomian Sultra diyakini memiliki momentum kuat untuk melanjutkan kinerja gemilangnya pada 2026. Pemerintah daerah bersama BI diproyeksikan akan terus menjaga sinergi kebijakan demi memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan