Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi, Status Tetap Level IV Awas

KENDARINEWS.COM — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan peningkatan signifikan. Badan Geologi mencatat serangkaian aktivitas kegempaan yang intens sepanjang 29–30 November 2025 hingga pukul 12.00 WITA.

Dalam laporan tersebut, terdeteksi 1 kali gempa hembusan, 37 gempa tremor non harmonik, 11 gempa low frequency, 9 gempa vulkanik dalam, 5 gempa tektonik lokal, dan 7 gempa tektonik jauh. Secara visual, kondisi gunung bervariasi, dari terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang.

Asap putih dari kawah utama juga terus teramati dengan intensitas sedang hingga tebal, membumbung setinggi 100–500 meter dari puncak.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa vulkanik dalam, gempa low frequency, dan tremor non harmonik. Kombinasi kegempaan tersebut menggambarkan adanya proses degassing yang terus berlangsung sekaligus suplai magma dari kedalaman.

“Ini mengindikasikan bahwa proses degassing di permukaan terus berlangsung, disertai suplai magma dari dalam serta pergerakan fluida atau magma,” jelas Lana dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com Senin (1/12/2025).

Lana menegaskan, hingga 30 November 2025, belum ada tanda erupsi baru, meski aktivitas permukaan tetap dinamis. Erupsi terakhir tercatat terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA, dan hingga kini hembusan asap tebal masih terlihat dari kawah serta rekahan ke arah barat laut.

Pengukuran deformasi menggunakan tiltmeter juga menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada sumbu X (tangensial). Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) memperlihatkan fluktuasi komponen vertikal selama sepekan terakhir, menandakan potensi erupsi masih ada.

“Berdasarkan analisis visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tergolong tinggi. Tingkat aktivitas tetap ditetapkan pada Level IV (Awas),” tegasnya, dikutip dari Kompas.com.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi terkait zona bahaya yang telah ditetapkan, mengingat kondisi gunung masih berpotensi mengalami erupsi susulan.

Tinggalkan Balasan