KENDARINEWS.COM — Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempercepat penyelesaian berbagai program strategis yang menjadi prioritas pemerintahan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua (ASR–Hugua). Percepatan ini merupakan bagian dari implementasi janji kampanye yang telah dituangkan dalam agenda pembangunan daerah.
Kepala Dinas Cipta Karya Sultra, Martin Effendi Patulak, mengungkapkan bahwa sejumlah proyek unggulan kini menunjukkan progres signifikan. Salah satunya ialah rehabilitasi atau revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodoha tahap pertama yang telah rampung 100 persen dan kini dimanfaatkan masyarakat.
“Tahap pertama, TPI Sodoha sudah 100 persen. Kami bangun dari beton, dilapisi tegel granit. Fasilitasnya sudah digunakan dan kondisinya sangat representatif,” ujarnya, kemarin.
Saat ini TPI Sodoha memasuki tahap kedua, meliputi pembangunan fasilitas cold storage, area pelelangan tambahan, serta ruang koperasi untuk sekitar 40 kelompok nelayan.
Selain TPI Sodoha, Pemprov Sultra juga mempercepat pembangunan kawasan UMKM di area MTQ Kota Kendari, yang progresnya kini telah mencapai 75 persen. Martin menyebut sekitar 75 lapak UMKM sudah berdiri dan ditargetkan rampung pertengahan Desember, sehingga sekitar 100 pedagang bisa mulai menempati kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, realisasi fisik Dinas Cipta Karya telah mencapai 85 persen, dengan serapan anggaran berada di angka 74 persen. “Kami optimis Desember nanti penyerapan bisa melewati 90 persen. Memang kami pacu agar tepat waktu,” katanya.
Sejumlah infrastruktur lain yang sudah tuntas ialah pembangunan fasilitas air minum di Baubau dan Kolaka Utara, pembangunan aula di Korem, serta rehabilitasi makam Sangieni Bandera di Kolaka.
Sementara itu, salah satu program besar yang akan segera dikerjakan ialah pembangunan Stadion Lakidende. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar. Desain stadion akan direview agar dapat langsung fungsional, dengan kapasitas direncanakan sekitar 40 ribu penonton dan memenuhi standar FIFA.
“Pembebasan lahan sudah disiapkan melalui Dinas Perumahan dan Pertanahan. Proses lelang ditargetkan awal Januari. Target konstruksinya satu tahun. Asal manajemen konstruksinya bagus dan kontraktornya kompeten, itu sangat memungkinkan,” jelas Martin.
Dinas Cipta Karya juga akan memulai pembangunan asrama mahasiswa yang kondisinya kini rusak berat. Untuk mempercepat seluruh proses, pihaknya telah membentuk tim penyusun dokumen lelang yang akan bekerja mulai Desember.
Dengan percepatan ini, Pemprov Sultra optimistis penyelesaian program strategis ASR–Hugua dapat berlangsung sesuai jadwal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.








































