Genjot Pendidikan Vokasi, Sultra Buka Akses Pelatihan Kerja ke Luar Negeri

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Ir. Hugua terus memperkuat pendidikan vokasi di SMK. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, program peningkatan akses pelatihan kerja ke luar negeri kini mulai berjalan, memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mengikuti pelatihan yang mempersiapkan mereka bekerja di negara asing.

Wakil Gubernur Ir. Hugua, M.Ling hadir sekaligus membuka secara resmi program pelatihan bantuan pemerintah bagi murid SMK yang mendapatkan penguatan akses kerja luar negeri tahun 2025. Kegiatan ini digelar di Lapangan SMKN 6 Kendari.

Program ini bertujuan membekali siswa SMK dengan kompetensi unggul dan daya saing global melalui pelatihan intensif, penguatan budaya kerja internasional, serta peningkatan kemampuan bahasa asing. Bantuan diberikan kepada SMK terpilih untuk memperluas peluang kerja lulusan di perusahaan luar negeri dan menyiapkan mereka menjadi tenaga profesional bertaraf internasional.

Sebanyak 11 siswa SMKN 6 Kendari terpilih mengikuti program ini. Sepuluh orang memperoleh bantuan pemerintah, sementara satu orang mengikuti jalur rekrutmen mandiri. Mereka akan menjalani pelatihan vokasi sebagai persiapan bekerja di Jepang.

Wakil Gubernur Hugua menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya cita keempat mengenai peningkatan sumber daya manusia. Presiden, menurut Hugua, meminta para kepala daerah meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan tenaga kerja kompeten serta berdaya saing internasional.

“Kebijakan ini sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Tenggara yang dirumuskan dalam Tricita ASR–Hugua: mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Karena itu, sektor pendidikan menjadi pilar utama pembangunan kami,” jelas Hugua.

Hugua juga menekankan bahwa peluang kerja di luar negeri, terutama Jepang, sangat besar. Negara tersebut membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja di sektor konstruksi, caregiver, hingga pariwisata. “Orang Indonesia dikenal santun, kuat, dan sabar—ini menjadi keunggulan tersendiri,” ujar mantan Bupati Wakatobi itu.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dengan keterampilan vokasi, kedisiplinan, dan karakter yang baik, lulusan SMK diyakini mampu bersaing di pasar kerja global.

Tinggalkan Balasan