KENDARINEWS.COM — Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah resmi menyiapkan berbagai program diskon tarif transportasi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ragam potongan harga diberikan untuk berbagai moda transportasi, mulai dari angkutan laut hingga tiket pesawat. Bahkan beberapa layanan pelabuhan ikut memperoleh diskon hingga 100 persen.
“Kami laporkan kemarin berbagai diskon yang sudah diumumkan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Untuk transportasi laut, pemerintah memberikan potongan tarif sebesar 20 persen. Program ini berlaku mulai 17 Desember 2024 hingga 10 Januari 2025, dengan target melayani 405.881 penumpang.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kapal laut selama masa liburan,” jelas Airlangga.
Sementara itu, untuk moda udara, pemerintah menyiapkan diskon tiket pesawat sebesar 13–14 persen. Program berlaku pada 22 Desember 2024 hingga 10 Januari 2025, dengan target pelayanan mencapai 3,5 juta penumpang.
“Langkah ini diambil untuk menekan lonjakan harga tiket selama Nataru serta memastikan layanan angkutan udara lebih terjangkau,” terangnya.
Senada dengan Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah memberikan insentif berupa penurunan harga tiket pesawat kelas ekonomi hingga 14 persen. Ia memastikan kesiapan bandara dan pelabuhan dalam mendukung mobilitas antarpulau selama periode libur Nataru. Hal yang sama juga diterapkan pada sektor transportasi darat.
“Tentu yang perlu dipastikan adalah kelancaran trafik di ruas-ruas utama termasuk jalan menuju berbagai kabupaten/kota. Jika konektivitas ini bisa dihadirkan dengan baik, harapannya semakin banyak yang bisa traveling,” ujarnya.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan program belanja akhir tahun untuk mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Airlangga menyebutkan, perputaran ekonomi diproyeksikan meningkat signifikan pada Desember hingga awal Januari.
“Diharapkan spending masyarakat pada bulan Januari sebesar Rp116 triliun. Angka ini terdiri dari transaksi Hari Belanja Nasional (10–16 Desember) sekitar Rp33 – 34 triliun, serta program belanja di Indonesia pada 18 Desember 4 Januari dengan target Rp30 triliun,” papar Airlangga.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mendapatkan penugasan memberikan diskon tiket kapal penumpang kelas ekonomi sebagai bagian dari stimulus ekonomi pemerintah.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Evan Eryanto, mengatakan penjualan tiket diskon dimulai 21 November 2025, untuk keberangkatan 17 Desember 2025–10 Januari 2026.
“Berlaku untuk seluruh tujuan atau pelabuhan yang disinggahi kapal penumpang menggunakan kelas ekonomi,” ujarnya.
Untuk program stimulus Nataru 2025, pemerintah memberikan potongan 20 persen dari tarif dasar. Namun setelah ditambahkan biaya asuransi dan pas pelabuhan, potongan efektif yang diterima penumpang berkisar 16–18 persen.
Diskon ini menargetkan 405.881 penumpang, sesuai besaran anggaran pemerintah. Setelah kuota stimulus habis, harga tiket kembali ke tarif normal.
Dengan hadirnya berbagai program diskon transportasi dan belanja, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama Nataru berjalan lancar, harga transportasi terkendali, serta konsumsi masyarakat meningkat signifikan.








































