KENDARINEWS.COM—Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari menggelar kegiatan Coffee Morning bersama unsur-unsur strategis kemaritiman, di Markas Komando Lanal Kendari. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, sebagai upaya memperkuat sinergitas antarinstansi dalam ekosistem maritim Sulawesi Tenggara, Rabu (2/7).
Sejumlah lembaga dan instansi hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ditpolairud Polda Sultra, Pemerintah Kota Kendari, KSOP Kendari, Bea Cukai, KPLP, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pelindo, Pertamina, BKK, PPS Kendari, PT Sril, Meratus, TKBM, serta perwakilan kelompok nelayan.
Dalam sambutannya, Kolonel Dedi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengelola potensi kemaritiman yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Menurutnya, wilayah ini menyimpan kekayaan besar, tidak hanya dari sektor perikanan, tetapi juga transportasi laut, pelabuhan, pariwisata bahari, hingga sumber daya manusia.
“Potensi besar ini tidak bisa kita kelola sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dari seluruh unsur maritim,” tegasnya.
Lebih lanjut, Danlanal Kendari juga memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus diskusi dalam forum tersebut. Di antaranya terkait keamanan dan keselamatan perairan di wilayah kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, pengamanan objek vital nasional seperti pelabuhan, terminal BBM, pipa bawah laut, serta jaringan kabel optik yang berkaitan dengan daerah terbatas larangan (DTT).
Topik lain yang turut dibahas adalah peningkatan sektor ekonomi kemaritiman melalui penguatan sektor perikanan, bea cukai, konservasi laut, hingga pengembangan pariwisata bahari.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga forum informal untuk mempererat hubungan antar-instansi dan mencairkan suasana agar lebih terbuka dalam bertukar pikiran serta menyusun strategi bersama,” ujarnya.
Kolonel Dedi berharap kegiatan Coffee Morning ini dapat menjadi awal dari pembahasan lanjutan yang lebih intens dan produktif, sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan maritim ke depan.
“Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang untuk menemukan solusi, berbagi ide, dan memperkuat persaudaraan antarinstansi dalam suasana damai dan penuh keakraban,” pungkasnya.(abd)










































