Penjabat Gubernur Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sultra

KENDARINEWS.COM—- Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra, Andap Budhi Revianto mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diperkirakan akan terjadi di sejumlah perairan di wilayah Sultra. 

Andap mengatakan Berdasarkan update peringatan dini dari  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peringatan gelombang tinggi  dikeluarkan, dimana pada 18 dan 19 Juni, gelombang dengan ketinggian mencapai atau melebihi 1,25 meter (sedang) diperkirakan terjadi di Laut Banda Timur Sultra, Perairan Utara dan Selatan Wakatobi, Perairan Manui Kendari, Perairan Baubau, Perairan Banggai bagian Selatan, dan Perairan Teluk Tolo.

“Selanjutnya, pada tanggal 20 dan 21 Juni, perairan yang sama diperkirakan kembali mengalami gelombang setinggi ≥1,25 meter, dengan tambahan perairan Baubau bagian Utara dan Perairan Teluk Tolo bagian Timur,”jelas Andap

Kondisi ini diprediksi akan berlanjut hingga  22 dan 23 Juni, dengan wilayah-wilayah yang sama mengalami potensi gelombang tinggi. “Sementara pada  24 Juni, peringatan gelombang tinggi tetap berlaku untuk Laut Banda Timur Sultra, Perairan Utara dan Selatan Wakatobi, Perairan Manui Kendari bagian Timur, Perairan Banggai bagian Selatan, Perairan Baubau bagian Utara, dan Perairan Teluk Tolo bagian Timur,”ungkapnya.

Selain gelombang tinggi, untuk periode 18 hingga 24 Juni 2024, terdapat beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan sedang yang disertai guntur dan angin kencang, serta gelombang laut dengan ketinggian yang signifikan.

“Pada tanggal 18 hingga 19 Juni, wilayah Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe, Kendari, dan Kolaka diperkirakan akan mengalami hujan sedang yang dapat disertai guntur dan angin kencang,”paparnya.

 Kondisi ini berlanjut pada tanggal 21 hingga 22 Juni di wilayah Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe, Kendari, Konawe Kepulauan, dan Buton Utara. “Puncaknya, pada tanggal 23 Juni, Konawe Utara akan kembali mengalami cuaca buruk dengan potensi hujan sedang disertai guntur dan angin kencang,”terangnya.

Pj Gubernur Sultra mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir dan nelayan, untuk selalu waspada dan memantau perkembangan cuaca serta kondisi laut melalui informasi resmi dari BMKG.

 “Keselamatan adalah yang utama. Oleh karena itu, mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari risiko bencana,” tegasnya.

Sekjen KemenkumHAM RI itu  juga mengimbau agar aktivitas di laut diperhatikan secara serius, terutama bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut.

 “Jika kondisi cuaca dan gelombang laut tidak memungkinkan, lebih baik menunda perjalanan atau aktivitas di laut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Ia berharap informasi ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat membantu dalam mengambil keputusan yang bijak terkait cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.

 “Mari kita semua berdoa dan berharap semoga kita selalu diberikan keselamatan dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Semoga informasi ini dapat menjadi perhatian dan bermanfaat bagi masyarakat,”pungkasnya. (rah/kn)

Tinggalkan Balasan