Muh Yusup Segera Normalisasi Kali Lasolo

–Untuk Mencegah Banjir Bandang Susulan

KENDARINEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah menyiapkan langka antisipatif mencegah banjir bandang susulan di Kecamatan Kendari Barat terutama di Kawasan Kali Lasolo. Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup segera menormalisasi sungai bersama Kementerian PUPR.

Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Kementerian PUPR masih menginventarisir luasan kali Lasolo yang akan dinormalisasi pada masa pemulihan kedepan.

“Dalam mengatasi masalah banjir di Kota Kendari kami tidak bisa bergerak sendiri. Melainkan mendapatkan dukungan dari pihak lainnya. Terkait Revitalisasi Kali Lasolo, kami berkordinasi dengan Kementerian PUPR,” ujar Pj Wali Kota Muh Yusup, Selasa (12/3/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sultra itu tak menampik, dalam proses normalisasi nantinya terdapat beberapa kendala yang akan dihadapi seperti masalah permukiman warga yang berada dibantaran sungai Lasolo.

“Ini masalah teknis. Tapi yang jelasnya untuk mencegah terjadinya banjir bandang susulan maka Sungai Lasolo yang mengalir di Kecamatan Kendari Barat harus dinormalisasi. Apakah di perluas sungainya atau diperdalam atau tanggulnya ditinggikan, masih dikaji oleh Kementerian PUPR dan Pemkot Kendari,” ungkap Pj Wali Kota Muh Yusup.

Di sisi lain, saat ini Pemkot Kendari masih fokus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang dibeberapa kecamatan di Kota Kendari. Bantuan sosial yang disalurkan berupa bahan makanan pokok seperti beras, makanan instan, air mineral, termasuk bantuan pakaian dan selimut.

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau hanyut dihantam banjir, Pemkot Kendari telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PUPR untuk upaya pemulihan.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Kendari, banjir bandang yang melanda Kota Kendari pekan lalu mengakibatkan 7 rumah warga rata dengan tanah. Rinciannya, 6 rumah hanyut dan 1 rumah terbakar karena korsleting listrik akibat banjir.

“Kami sudah koordinasi dengan BNPB, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini saudara kita yang kehilangan tempat tinggal bisa mendapatkan bantuan. Termasuk seluruh korban banjir akan diprioritaskan mendapatkan bantuan sosial supaya mereka bisa bangkit kembali dan bisa beraktifitas seperti sediakala,” ungkap Pj Wali Kota Muh Yusup.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kepala BNPB RI, Brigjen (Purn) Jahidin Chailo saat meninjau lokasi banjir bandang di Kota Kendari mengaku prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Kota Lulo.

Ia pun berjanji akan memproses usulan Pemkot Kendari dimasa pemulihan pasca bencana banjir bandang. Jahidin juga mengapresiasi gerakan cepat Pj Wali Kota Kendari bersama jajaran dan stakeholder terkait dalam upaya penanganan dampak banjir.

“Pemkot Kendari sudah begitu cepat memberi respons (penanganan bencana banjir). Jadi, semua bisa tertangani meskipun penanganan ini dilakukan secara bertahap di tiap titik lokasi banjir. Saya juga sudah sampaikan di masyarakat untuk saling membantu bukan hanya dari pemerintah dan BPBD saja, tetapi seluruh masyarakat untuk bisa terlibat,” ujar Jahidin.

Jahidin juga meminta pemerintah daerah tetap melaporkan perkembangan pasca banjir agar pihaknya dapat memberikan pertolongan atau bantuan terkait dengan kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat, seperti logistik, makanan maupun kesehatan masyarakat.

Sekedar informasi, berdasarkan data BPBD Kota Kendari, korban terdampak banjir di Kota Kendari tercatat sebanyak 2.255 KK. Ribuan korban banjir itu terdiri dari 2.198 KK korban banjir dan 57 KK korban tanah longsor.

Rinciannya, Kecamatan Kendari meliputi Kelurahan Kendari Caddi tercatat sebanyak 51 KK korban banjir dan satu KK terdampak tanah longsor dan Kelurahan Kampung Salo sebanyak 512 KK banjir. Sementara untuk Kelurahan Jati Mekar terdapat 2 KK korban tanah longsor dan Kandai 3 KK.

Selanjutnya Kecamatan Kendari Barat meliputi Sanua 6 KK korban banjir, Lahundape 199 KK, Kelurahan Sodoha 197 KK, Tipulu 26 KK, Watu-watu 133 KK, Lahundape 199 KK, Punggaloba 48 KK korban tanah longsor dan Kelurahan Kemaraya 3 KK tanah longsor.

Kemudian di Kecamatan Mandonga yang meliputi Kelurahan Korumba (225 KK korban banjir) Labibia (162 KK banjir), dan kelurahan Mandonga (5 KK banjir).

Di Kecamatan Kadia meliputi Kelurahan Kadia terdapat sebanyak 28 KK terdampak banjir, Kelurahan Bende 62 KK, Kelurahan Pondambea sebanyak 16 KK korban banjir dan Kelurahan Anaiwoi 23 rumah.

Untuk Kecamatan Wuawua, meliputi Kelurahan Anawai tercatat sebanyak 24 KK korban banjir, Wuawua 451 KK, Kelurahan Bonggoeya 52 KK, dan Kelurahan Mataiwoi 39 KK. Selanjutnya di kecamatan Puuwatu meliputi Kelurahan Lalodati 15 KK korban banjir, Watulondo 5 KK, dan Kelurahan Punggolaka 11 KK.

Kemudian di Kecamatan Baruga meliputi Kelurahan Baruga 10 KK terdampak banjir dan di Kelurahan Lepo- lepo sebanyak 48 KK. Di Kecamatan Poasia yang meliputi Kelurahan Anggoeya terdapat 10 KK korban banjir, Matabubu 1 KK, dan Kelurahan Anduonohu 2 KK.

Terakhir di Kecamatan Abeli terdapat satu kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Abeli sebanyak 20 KK korban banjir dan Kecamatan Nambo sebanyak dua kelurahan yakni kelurahan Tobumeita 14 KK korban banjir dan Kelurahan Bungkutoko sebanyak 13 KK. (kn)

Tinggalkan Balasan