Bripka Arifin Ditahan, Diduga Pakai Senpi Laras Panjang Menembak Nelayan di Laonti

KENDARINEWS.COM–Penyelidikan kasus penembakan 4 nelayan di Konawe Selatan, mulai menuai hasil positif. Perkembangan terbaru, seorang personel Ditpolairud Bidang Profesi dan Pengamaman (Bidpropam) Polda Sultra bernama Bripka Arifin ditangkap personel Propam Polda, Sabtu (25/11).

Bripka A langsung ditahan di tempat khusus (Dipatsus) untuk menjalani pemeriksaan.

“Satu anggota Dipol Air Polda Sultra inisial Bripka A sudah diamankan dan langsung dipatsus selama 30 hari untuk proses pemeriksaan,” kata Kabid Propam Polda Sultta Kombes Pol Moch Sholeh Sabtu (25/11).

Saat penangkapan Bripka A, personel Propam Polda Sultra turut mengamankan senjata jenis senpi laras panjang dengan beberapa butir peluru. Senjata tersebut diduga digunakan Bripka A saat malam kejadian penembakan 4 nelayan 24 November dini hari.

“Satu pucuk senpi laras panjang SS1V5 beserta 1 buah magazen yg berisi 3 butir peluru turut diamankan,” ujar Moch Shlaeh.

Terkait motif Bripka melakukan penembakan, belum diketahui pasti. Propam Polda Sultra masih melakukan pemeriksaan intensif.

Terpisah, Dirpolairud Polda Sultra Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu mengaku menerima laporan dari anggotanya, bahwa diduga para nelayan yang tertembak adalah para pelaku bom ikan.

“Anggota kami mendapatkan informasi, datang ke TKP, saat di TKP (nelayan) melakukan perlawanan,” kata, Kombes Pol Faisal Florentinus Napitipulu.

Diketahui, empat nelayan bernama Maco (39), Putra (17), Ilham alias Alung (17), dan Juswa alias Ucok ditembak aparat Ditpolairud Polda Sultra, pada 24 November sekitar pukul 02.30 dini hari. Akibat insiden itu, salah seorang nelayan bernama Maco meninggal dunia setelah timah panas milik oknum polisi Ditpolairud Polda Sultra mengenai dada sebelah kanan tembus ke belakang. Maco juga mengalami luka sayatan di pergelangan tangan kanan dan lutut kanan.

Sementara Putra menderita luka tembak di pinggul sebelah kiri. Ilham mengalami luka tembak di bagian paha. Korban keempat yakni Ucok alias Juswa mengalami luka tembak di dada sebelah kanan.

Jenazah Maco sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra untuk dilakukan autopsi setelah dibawa dari rumah duka Desa Cempedak, Kecamatan Laonti Kabupaten Konsel Jumat petang.

Ketiga korban lain masih menjalani perawatan. Putra dan Juswa dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Sementara Ilham dirawat di Puskesmas Langara. (ali).

Tinggalkan Balasan