Kendari Masuk Musim Pancaroba, BMKG : Dampak El Nino Mulai Berkurang

KENDARINEWS.COM–Hujan mulai mengguyur Kota Kendari pada sore hari. Fenomena itu rupanya menjadi pertanda Kota Lulo mulai memasuki musim pancaroba (peralihan musim kemarau ke musim hujan).¬†

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kelas II Kendari, Sugeng Widarko mengungkapkan peralihan musim kemarau ke musim hujan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi pada akhir tahun. 

“Pada musim peralihan ini akan terjadi hujan tapi tidak masif dan bukan musim hujan. Hujannya terjadi sekitar tiga hari pada sore hari. Tapi ini bukan musim hujan,” ungkap Sugeng.

Menurut Sugeng, Fenomen peralihan musim yang terjadi mengurangi dampak El Nino (kekeringan) yang terjadi ditanah air termasuk di Sulawesi Tenggara. “Karena mulai hujan dampak El Nino seperti kekeringan dan kebakaran hutan itu mulai berkurang,” kata Sugeng.

Dimusim pancaroba ini, Sugeng mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tetap prima karena dampak cuaca yang berubah-ubah. “Perbanyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin agar tetap fit,”tuturnya.

Ia memprediksi, musim penghujan baru akan dimulai pada Desember 2023. Meski Akan terjadi hujan, lanjut dia, namun El Nino masih akan terjadi. Pasalnya, berdasarkan hasil analisis cuaca yang dilaksanakan pihaknya, El Nino masih akan terjadi hingga Mei 2023.

“El Nino level moderat diprediksi sampai periode Januari – Februari 2023. Kemudian bulan Maret, April, Mei menuju El Nino lemah dan bulan Juni dan seterusnya baru kembali normal,” ungkap Sugeng.

Sugeng menambahkan, sebenarnya El Nino merupakan fenomen alam yang biasa terjadi. Hanya saja jika terjadi di musim kemarau seperti yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia saat ini maka akan menimbulkan dampak kekeringan berkepanjangan.

“Di musim hujan pun El Nino juga terjadi. Namun dampaknya akan mengurangi curah hujan didaerah terdampak. Juga termasuk mengurangi resiko kekeringan dan kebakaran hutan. Kalau El Nino di musim hujan itu misalnya curah hujan dalam satu bulan rata-rata normalnya itu 100 milimeter itu bisa berkurang,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan