Penyuluh Agama dan Honorer di Koltim Dilindungi Program Jamsostek

KENDARINEWS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJamsostek bersama Kemenag Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) lakukan kerjasama Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Penyuluh Agama serta Tenaga Honorer Kemenag Koltim. Hal tersebut ditandai dengan di tandatangani nya Perjajian Kerja Sama (PKS) pada 13 September 2023.

Kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja Non ASN Kementerian Agama Koltim.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provisi Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhamad Abdurrohman Sholih menyampaikan “Alhamdulillah melalui kegiatan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Timur merupakan bentuk kolaborasi dalam memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Penyuluh Agama serta Non ASN Kemenag Kabupaten Kolaka Timur Perlindungan ini dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi pekerja di lapangan dari risiko yang dapat timbul karena meninggal dunia maupun kecelakaan kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Koltim, H. Muhamad Kadir Azis Al Yafie mengucapkan “Langkah kerjasama Kemenag dan BPJamsostek ini merupakan tindakan saling menjaga antara kemenag dan penyuluh agama serta bentuk kepedulian kemenag kepada Penyuluh Agama Non PNS, sehingga saudara saudara kita tersebut dapat bekerja dengan tenang.” tuturnya.

Untuk Penyuluh Agama dan Non PNS Kemenag Koltim akan terdaftar sebagai peserta perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dalam program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan kerja.

Kepala Kantor Cabang Kolaka Tahoa Musriati mengatakan “Perlindungan BPJamsostek adalah perlindungan purnawaktu dalam bentuk program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang dimana sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2019 manfaat BPJamsostek mengalami kenaikan manfaat yang signifikan seperti manfaat beasiswa yang meningkat dari jumlah penerima manfaat nya serta nominal nya dari awalnya 12 juta menjadi maksimal 174 Juta untuk dua orang anak, sehingga manfaat manfaat tersebut dapat membuat pekerja, kerja keras dan bebas cemas.” pungkasnya. (KN)

Tinggalkan Balasan