Polresta Kendari “All Out” Amankan Pemilu 2024 

KENDARINEWS.COM–Kontestasi Pemilu 2024 tinggal menghitung hariAparat Penegak Hukum (APH) mengemban tugas sentral untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 agar berjalan sukses. Atas dasar itu, Polresta Kendari “all out” bekerja mengawal setiap tahapan Pemilu dengan muara mensukseskan pesta demokrasi tersebut. 

Dibawah kendali Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman, Polresta Kendari dengan 800 personil, komitmen bekerja dengan dedikasi terbaik, agar keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa stabil tertib. 

“Kami memetakan dengan rinci setiap daerah yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Kendari. Memetakan titik-titik yang rawan hingga daerah yang terlategori tertib. Dengan begitu, memudahkan kerja kami dalam melakukan upaya preventif,” kata Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman saat menjadi pembicara Kendari Pos Chanel yang diampuh Direktur Kendari Pos Irwan Zainuddin, Selasa (5/9). 

Polresta Kendari, kata dia, terdiri 15 Polsek. 7 Polsek berada di Kota Kendari, selebihnya ada di Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe Selatan dan Konawe. Dengan 800 personil, pihaknya berupaya maksimal mendesain sedemikian rupa prosesi pengamanan Kota Kendari maupun wilayah hukum lainnya yang masuk dalam naungan Polresta Kendari. 

“Dengan karakter Kota Kendari yang dihuni berbagai macam etnis, agama, dan lainnya, kita harus mampu mengayomi secara persuasif dan tidak diskriminatif. Sehingga terjalin harmonisasi dan persahabatan yang akrab. Dengan demikian, pesta demokrasi yang rentan ketegangan, bisa dikendalikan dengan humanis,” tutur Eka. 

Mantan Direktur Narkoba Polda Sultra itu menjelaskan, catatan kepolisian Kota Kendari merupakan Kota nomor 2 terbanyak aktivitas demonstrasi setelah DKI Jakarta. Bahkan pernah 26 kali dalam satu hari terjadi aktivitas demo. Kota Kendari sebagai pusat peradaban Sulawesi Tenggara, sehingga menyebabkan masalah dari Kabupaten lain, namun demo di Kota Kendari. 

“Hal-hal seperti ini menjadi materi pelajaran secara terus menerus. Termasuk saat tahapan Pemilu dan paska Pemilu. Karena biasanya potensi demo juga sensitif paska Pemilihan. Nah, kami banyak belajar dari berbagai macam aktivitas demo, sehingga bisa melakukan upaya pengendalian dengan cepat apapun bentuk suasananya,” jelas Eka Faturrahman. ali/kn)

Polresta Kendari kini juga sedang melakukan operasi Zebra Anoa 2023 yang dilaksanakan selama 14 hari mulai 4 hingga 17 September. Dalam operasi tersebut terdalat 7 sasaran prioritas yang akan dilakukan penindakan. Mulai dari menggunakan HP saat berkendara, pengemudi di bawah umur, dan berboncengan lebih dari satu orang. Termasuk tidak menggunakan safety belt dan helm SNI, pengendara di bawah pengaruh alkohol (mabuk), melawan arus, dan melampaui batas kecepatan, juga akan ditindak. 

“Operasi ini digelar untuk menekan tingkat kecelakaan serta terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalulintas di Kota Kendari,” beber Eka Faturrahman. 

Selama operasi, penindakan dilakukan pada saat personel melakukan kegiatan preventif, pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) ditemukan adanya pelanggaran kasat mata. Target operasi patuh ini untuk menurunkan angka pelanggaran lalulintas, menurunkan angka kecelakaan serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas. 

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna kendaraan bermotor untuk selalu tertib dan mematuhi peraturan dalam berlalulintas. Ini demi keselamatan berkendara dan mencegah fatalitas kecelakaan lalulintas,” pungkasnya. (ali/kn)

Tinggalkan Balasan