AMAN Purna Tugas, DPRD Siapkan 4 Nama Pj Gubernur Sultra

KENDARINEWS.COM–Pasangan Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas. (AMAN) tengah bersiap purna tugas pada 5 September 2023. Untuk itu DPRD Sultra mengusulkan 4 nama calon Pj.Gubernur Sultra. Keempat nama tersebut masih akan dikerucutkan menjadi 3 nama saja.

Mereka adalah Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Prof.Dr.Muhammad Zamrun F, S.Si.,M.Si., M.Sc. Lalu, Sekjend Kemenkumham RI yang juga mantan Kapolda Sultra Komjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.IK.

Selain itu, ada nama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Drs.H.Asrun Lio, M.Hum.,PhD dan Kapolda Bangka Belitung sekaligus mantan Kapolda Sultra Irjen Pol.Drs.Yan Sultra Indrajaya, SH.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi daerah (Otda) Sekretariat daerah (Setda) Pemprov Sultra, Muliadi mengungkapkan, terkait akhir masa jabatan (AMJ) gubernur dan wakil gubernur itu merupakan domain pemerintah pusat.

Pengusulan calon Pj.Gubernur diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 4 Tahun 2023. “Yakni usulan DPRD Provinsi Sultra melalui Ketua DPRD berdasarkan hasil paripurna. Kedua, usulan Mendagri ke Presiden,” ujarnya, kemarin.

Sejauh ini Pemprov Sultra menunggu petunjuk Kemendagri terkait peresmian pelantikan Pj.Gubernur. “Bila terjadi kekosongan jabatan gubernur pada 5 September 2023 karena belum ada peresmian dan pengangkatan Pj.Gubernur, maka Mendagri akan menugaskan pelaksana tugas (plt) gubernur, “ tambah Muliadi

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sultra, La Ode Mustari mengungkapkan, ketua-ketua fraksi DPRD Sultra menggelar rapat setelah menerima surat dari Kemendagri terkait pengajuan usulan bakal calon Pj.Gubernur Sultra.

“Namun belum ada keputusan. Masih akan dilanjutkan rapat paripurna DPRD. Kami mengagendakan minggu depan. Paling lambat 9 Agustus 2023 sesuai surat dari Kemendagri sudah harus disampaikan di pusat,” akunya.

Mustari mengakui 4 nama yang disebutkan di atas masuk dalam usulan ketuaketua fraksi DPRD Sultra. “Dari 4 kandidat itu akan mengerucut menjadi 3 figur. Dan itu tergantung hasil rapat paripurna DPRD nanti. Kami di sekretariat hanya menfasilitasi agenda rapat, terkait siapa saja nama yang diusulkan itu, kembali ke pimpinan DPRD, “ tambahnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sultra, Laode Tariala mengungkapkan, 4 figur itu baru sebatas usulan. Belum paripurna. “Kita masih menunggu jadwal paripurna yang disusun sekretariat DPRD. Setelah itu, bisa kita rapat internal dan melahirkan 3 nama,” ujarnya.

Soal siapa yang diusulkan Fraksi NasDem, Laode Tariala masih irit bicara. “Saya belum bisa menjawab itu. Intinya kita di DPRD kolektif kolegial. Siapapun yang diputuskan dalam rapat, maka itulah yang akan didorong di pusat,” tutur anggota komisi III DPRD Sultra itu.

Senada diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra (AJP). Ia membenarkan 4 nama itu diusulkan dalam rapat ketua fraksi DPRD. “Hasil rapat fraksi-fraksi memunculkan 4 figur itu. Nantinya itu akan dikerucutkan 3 nama melalui rapat paripurna DPRD,” ujarnya.

Ketua Bapilu Partai Golkar Sultra itu menambahkan, DPRD Sultra hanya sebatas mengusulkan. Begitu juga pemerintah pusat mengusulkan 3 nama.

“Sekiranya kita sudah mengusulkan namun tidak direstui, maka komunikasi pemerintah akan sulit terbangun. Sehingga yang muncul adalah orang dari luar yang mungkin sudah mendapat sinyal dari pemerintah pusat,” tandas AJP.

Sementara itu, pengamat politik Sultra, Dr.Muhammad Najib Husain, S.Sos., M.Si mengatakan, komposisi 4 calon Pj.Gubernur usulan DPRD Sultra, merupakan representase masyarakat Sultra. Dari akademisi ada Rektor UHO, Prof. Zamrun yang memiliki pengalaman matang. Kapabilitasnya sebagai pemimpin tak diragukan dan ditunjang usia yang masih muda dan sangat memungkinkan mengatasi berbagai problematika dalam suasana politik pergantian gubernur yang disinyalir terjadi intensitas politik yang tinggi.

“Publik berharap yang bisa menjadi Pj.Gubernur adalah sosok yang energik dan bisa memberikan kontribusi optimal,” kata Dr.Najib Husain Minggu (30/7).

Menurutnya, ketika Kemendagri menunjuk P j . Gubernur berlatarbelakang akademisi bukanlah pilihan salah. Karena di Indonesia, kampus selalu menjadi barometer atau rujukan terdepan untuk menyelesaikan berbagai masalah daerah.

“Para pemimpin kita, mayoritas lahir dari dunia kampus. Ilmu mereka dalam mengemban kekuasaan diserap dari khasanah kampus. Artinya, ketika yang memimpin dari kalangan akademisi, apalagi sekelas rektor, maka sangat tepat,” beber Dr.Najib Husain.

Sosok Sekda Sultra, Asrun Lio juga berlatar belakang akademisi. Asrun Lio masuk dunia pemerintahan ketika Ali Mazi menjadi Gubernur Sultra di periode kedua. Sementara Komjen Pol Andap Budhi Revianto dan Irjen Pol Yan Sultra sama-sama pernah menjabat sebagai Kapolda Sultra. Keduanya memahami kondisi demografi dan multikultural Sultra secara menyeluruh. Jadi, 4 tokoh tersebut masuk kategori calon Pj.Gubernur Sultra yang paling tepat. Menurut Dr.Najib, ada 1 hal yang menjadi perhatian yakni para figur yang diusung mesti benar-benar steril dari partai politik (parpol) maupun figur politik tertentu.

“Tujuannya untuk menghindari adanya potensi kongsi ke depan di Pemilu 2024. Memosisikan dirinya netral dan benarbenar menjadi pemimpin yang tidak memihak kepada siapapun,” papar Najib

Selepas pergantian Ali Mazi-Lukman Abunawas sangat banyak proyek besar yang belum tuntas khususnya pada tahap finishing,seperti Rumah Sakit Jantung dan jalan wisata Kendari-Toronipa.

“Sehingga dibutuhkan orang yang memiliki orientasi visioner untuk melanjutkan program sebelumnya,” beber Najib.

Dr. Najib Husain menjelaskan, peran DPRD dalam pengusulan Pj.Gubernur sangat vital. Selain menyodorkan nama-nama ke Kemendagri, di situ sisi juga bisa mengawal dengan baik agar sosok yang ditunjuk benar-benar orang yang tepat memimpin Sultra. “Jangan sampai sudah diusulkan 3 nama ke Kemendagri ternyata yang ditunjuk bukan dari Sultra. Ini tidak boleh terjadi dan DPRD harus mempresure,” tandas Dr.Najib Husain. (kam/ali/kn)

Tinggalkan Balasan