KENDARINEWS.COM—Puluhan ibu-ibu di Kota Kendari jadi korban penipuan dengan modus arisan dan investasi online hingga kerugian sekitar Rp600 juta.
Salah satu korban inisial SP (25) mengaku penipuan ini berawal ketika dirinya mengenal wanita inisial CS di media sosial (medsos) yang menawarkan bisnis arisan dan investasi online.
Kemudian, korban tertarik mengikuti investasi tersebut dengan syarat melakukan deposit dana dalam jumlah yang bervariasi. Ditawarkan, jika pelanggan memasukkan uang sebesar Rp1 juta, maka CS menjanjikan akan mengembalikan dana deposit sebesar Rp1 juta 700 ribu dalam jangka 5 hari saja.
“Awal-awalnya lancar, si CS ini mengembalikan dana sesuai yang dijanjikan. Jadi banyak yang tergoda dengan memasukan dana hingga CS ini tidak menepati janji hingga kami kesulitan untuk komunikasi,” ujar korban saat ditemui di Kendari, Senin (11/6).
“Data yang kami dapat diinvestasi ini ada 50 orang lebih yang tertipu, kemungkinan masih ada korban lainnya,” tambahnya.
Korban SP ini menyebutkan total kerugian seluruhnya dari korban pelaku ini sekitar Rp600 juta. Sekitar 17 korban total kerugian sekitar Rp100 juta telah melapor di Mapolda Sultra.
“Kalau saya pribadi total kerugian sekitar Rp9, 4 juta,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, korban lain inisial IL (30) mengaku mengikuti arisan online yang dibuat CS bersama beberapa rekannya.
Ia menyebut, jumlah dana yang dikirimkan ke pelaku bervariasi hingga awal-awal arisan online berlangsung, pelaku ini mengirimkan uang sesuai dengan dijanjikan.
“Tiba sekarang ini, susah dihubungi, kalau dari data yang kami dapat untuk di arisan online ini ada sekitar delapan orang, tapi kemungkinan masih ada lagi korban yang lainnya,” ujar IL.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Kendari pada 11 April lalu. Serta dilaporkan ke Polda Sultra pada 6 Juni lalu.
Namun, hingga saat ini para korban menuntut polisi untuk segera menangkap terduga pelaku.
Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fitrayadi mengatakan, kasus ini dalam tahap penyelidikan.
Dimana, penyidik tengah melakukan pendalaman lebih lanjut. “Masih lidik, kami akan segera sampaikan perkembangannya,” pungkasnya. (ali).










































