Ali Mazi Ajak Bersinergi Entaskan Kemiskinan

KENDARINEWS.COM–Gubernur Ali Mazi mengatakan upaya membebaskan desa-desa dari kategori tertinggal dan sangat tertinggal bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra semata, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Desa (Pemdes) serta stakeholder terkait.

“Semua pihak harus membangun komunikasi, koordinasi dan bersinergi dengan pemprov, pemkab, DPRD dan stakeholder lainnya seperti dunia usaha untuk memperoleh dukungan, baik materil maupun non materil yang diperlukan untuk pembangunan di desa,” kata Gubernur Ali Mazi belum lama ini.

Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sultra ini tak menampik jika masih terdapat desa tertinggal dan sangat tertinggal di Sultra. Kendati demikian, Gubernur Ali Mazi berpesan kepada seluruh pihak untuk bekerja sama membangun desa sehingga bisa naik status menjadi desa mandiri.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sultra, I Gede Panca menyebut desa di Sultra berjumlah 1.908. Dari total jumlah desa itu, sekira 300-an desa kategori tertinggal. Lalu, 7 desa berstatus sangat tertinggal. Selebihnya, desa berstatus berkembang, maju dan mandiri.

“Kategori desa tertinggal ini karena faktor transportasi, dan komunikasi. Di Sultra ini, masih ada 146 desa yang tidak memiliki akses jaringan komunikasi,” ujarnya

Saat ini, baru 4 desa di Sultra yang berstatus desa mandiri. Desa kategori mandiri di Sultra itu adalah Desa Lasalimu di Kabupaten Buton, dan Desa Walandu di Kabupaten Buton Tengah. Selain itu, Desa Samaturu dan Desa Iwoimenda di Kabupaten Kolaka.

Untuk mendorong desa dari ketertinggalan, harus ada intervensi dari pemerintah terkait, baik dari kementerian desa, maupun kementerian kominfo, agar komunikasi bisa lancar dan bisa menjadi desa berkembang dan mandiri.(kn)

Tinggalkan Balasan