oleh

Pemkab Buton Lestarikan Tradisi Pakandea Ana Moelu

KENDARINEWS.COM– Ada satu tradisi yang tidak pernah dilewatkan masyarakat dan pemerintah di Buton saat bulan Muharram. Tradisi yang diperingati setiap 10 Muharram ini disebut Pakandea Ana Moelu alias menyuapi anak yatim dan melayaninya dengan penuh kasih.

Asisten I Setkab, Alimani mewakili Bupati Buton La Bakry mengatakan, selain mengimplementasikan ajaran Rasulullah dengan mengasihi anak yatim, Pakandea Ana Moelu juga merupakan budaya turun temurun masyarakat Buton. “Ini ajaran Rasulullah. Sudah lama leluhur kita senantiasa menjaga tradisi ini,” kata Alimani, Senin (8/8).

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga itu melanjutkan, Pemkab juga memiliki visi dan misi menjadikan Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan. Ritual Pakandea Ana Moelu merupakan pengejawantahan visi dan misi tersebut.

“Menyantuni dan mengasihi anak yatim tidak berarti dilakukan setahun sekali. Setiap hari juga boleh, praktiknya lebih sering makin bagus,” tambahnya.

Seremoni adat itu diawali dengan doa bersama. 70 anak yatim duduk di depan para perangkat Masjid Keraton Buton yang juga tidak pernah melewatkan acara itu setiap tahun. Pada kepala OPD dan unsur Forkopimda juga turut hadir. Setelah diberi makan, anak yatim juga mendapat santunan dari para dermawan. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan