oleh

Inflasi Picu Anggaran Belanja “Membengkak”

KENDARINEWS.COM–Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Basiran mengatakan anggaran perubahan berpotensi “membengkak’. Makanya, belanja daerah mengalami peningkatan dibanding APBD reguler Pemprov sebesar Rp 4,7 triliun.

“Usulan perubahan anggaran tahun 2022, dipastikan naik, selain itu ada beberapa anggaran yang kemungkinan bergeser, juga dipengaruhi adanya pembiayaan tambahan. Termasuk faktor kenaikan harga bahan yang fluktuasi di tahun ini,” ungkapnya, Minggu (7/8).

Pembiayaan tambahan yang dialokasikan lanjut mantan Asisten I Sekretariat Provinsi (Setprov) Sultra, yakni gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diangkat April 2022 lalu. Di mana jumlah tenaga PPPK Pemprov Sultra sebanyak 539 orang. Adapun kisaran proyeksi anggaran gaji yang harus disiapkan sekira Rp 32 miliar.

“Selain itu, ada beberapa perubahan harga bahan kegiatan fisik yang melekat pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau Dana Bagi Hasil (DBH) pajak daerah tinggal disesuaikan. Karena sudah dilakukan melalui pergeseran anggaran kemarin, ” katanya.

Penyusunan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) APBD perubahan kata Basiran, tetap mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) perubahan tahun 2022. “Penambahan anggaran nanti, tetap harus disesuaikan dengan RKPD perubahan yang telah dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda),” jelasnya.

Proses pembahasan APBD Perubahan itu sendiri, akan dilaksanakan bulan Agustus 2022 ini.”Saat ini draf Ranperda APBD Perubahan anggaran tahun 2022 sementara disusun oleh TAPD Pemprov Sultra, kalau tidak ada kendala, akan segera diserahkan Agustus ini ke DPRD untuk segera dibahas,” tambahnya. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan