KENDARINEWS.COM – Pemilihan Umum (Pemilu) bakal dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Menyambut pesta demokrasi itu berbagai hal telah disiapkan oleh penyepenggara. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra misalnya, yang mulai gencar mengedukasi masyarakat agar berpartisipasi dalam mengawasi pemilu.
Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu mengaku, pihaknya tengah gencar melaksanakan sosialisasi pengawasan pemilu. Sasarannya adalah para Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan Insan Pers.
“Kami harap melalui ketua organisasi yang hadir kemudian bisa mendorong jajarannya hingga ditingkat paling bawah. Sehingga gerakan ini bisa masif. Karena teman-teman (organisasi) sudah memiliki struktur. Jadi dari aspek pengelolaan kelembagaan mestinya lebih kuat dan pesannya bisa lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam mengawasi pemilu,” tutur Hamiruddin.
Ia mengungkapkan, secara umum tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemilu sudah baik. Buktinya, pada Pilkada 2020 tingkat partisipasi tercatat sebesar 82 persen melewati standar yang ditetapkan pemerintah yakni hanya 72 persen.
Hamiruddin yakin, semakin banyak pihak yang terlibat dalam mengawal pemilu, maka kemungkinan potensi kecurangan itu bisa dideteksi dan terlaporkan kepada Bawaslu.
“Ini yang kita dorong (sosialisasi) agar (patsipasi dalam pengawasan) diketahui masyarakat. Sehingga pemimpin hasibetul-betul pemimpin yang dekat dengan rakyat, memiliki kompetensi. Sesuai dengan hati rakyat. Kalau itu terwujud maka kesejahteraan itu bisa kita dapatkan,” pungkasnya. (kn)










































