Di Kendari ada 17 Ribu Peserta KB Aktif, Terbanyak Pakai Suntik

KENDARINEWS.COM– Hingga Juni tahun 2022, di Kota Kendari tercatat sebanyak 17.264 peserta KB aktif. Sebagian besar akseptornya memilih menggunakan alat kontrasepsi jenis suntik.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Jahudding mengatakan pihaknya akan terus mendorong kepesertaan KB. Makanya, pemerintah terus meningkatkan pelayanan termasuk membuka klinik pelayanan KB bagi warga yang ingin menjadi peserta.

“Pelayanan KB harus kita tingkatkan. Sebab ini bagian dari upaya menekan angka stunting. Dengan penggunaan KB, jarak kehamilan bisa diatur. Selain itu, kondisi kesehatan ibu dan bayi bisa selalu terkontrol,” kata Jahudding, Rabu (6/7).

Peserta KB aktif kata dia, didominasi jenis suntik. Jumlah sekitar 6.995 peserta disusul implan 2.631 peserta dan IUD 1.589 peserta. Alat kontrasepsi yang kurang diminta yakni Metode Amenore Laktasi (MAL). Sejauh ini, baru sebanyak 16 peserta.

Jarak kehamilan yang dekat lanjutnya, sangat berisiko terjadi stunting pada anak. Di sisi lain, turut mempengaruhi kesehatan bagi ibu hamil. Idealnya, jarak kehamilan minimal tiga tahun. Karena untuk mengembalikan kondisi ibu pasca melahirkan sekitar satu sampai tiga tahun.

“Jika jaraknya bisa diatur, kondisi kesehatan ibu bisa dijaga. Kalau terlalu dekat, ibu hamil ini bisa terkena anemia. Bila kekurangan darah, secara otomatis akan berdampak pada bayi yang ada dalam kandungannya. Kenapa jaraknya harus 3 tahun, karena pada saat proses persalinan itu banyak darah yang dikeluarkan. Jika kurang bisa menyebabkan keracunan pada saat kehamilan, anemia dan gangguan pada bayi pada proses persalinan,” jelasnya. (kn)

Tinggalkan Balasan