oleh

Tak Pakai Helm Dominasi Pelanggaran Lalulintas

KENDARINEWS.COM–Operasi Patuh Anoa 2022 telah memasuki hari kesembilan. Selama operasi, Polresta Kendari terus berupaya meningkatkan kepatuhan berlalulintas bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Hingga kemarin, Polresta Kendari mencatat sekira 66 pengendara yang terjaring operasi. Dari sekian pelanggaran yang ditemui di lapangan, didominasi pelanggaran tak mengenakan helm saat berkendara.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman mengatakan tingkat kesadaran pengendara roda dua dalam menggunakan helm masih terbilang rendah. Hal itu tercermin mayoritas pelanggaran yang ditemui saat operasi patu anoa di hari ke sembilan, didominasi oleh pelanggaran tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Sebanyak 22 pelanggaran kategori tidak menggunakan helm saat berkendara, kemudian 12 pelanggar knalpot bising, lalu 5 pengendara di bawah umur dan 27 pelanggaran lainnya. Total 66 pelanggaran dalam operasi yang dimulai tanggal 13 hingga 21 Juni ini,” kata Muhammad Eka Faturrahman, Rabu (22/6).

Mantan Direktur Narkoba Polda Sultra ini menjelaskan selama sembilan hari operasi patuh anoa ini, tercatat 10 kasus kecelakaan lalu lintas. Rinciannya, 13 orang luka ringan, 1 luka berat dan 2 orang meninggal dunia. Kerugian materil akibat lakalantas tersebur diperkirakan sekitar Rp 33 juta.

“Sementara itu, ada 7 pengendara yang diberi teguran, yakni 6 orang yang berkendara melawan arus, dan 1 pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman,” tandas Eka Faturrahman. (KN).

Komentar

Tinggalkan Balasan