Memaksimalkan Pelayanan, Cegah Pungli

KENDARINEWS.COM–Pelindo IV Cabang Kendari terus berupaya melakukan efektifitas kerja dan memaksimalkan pelayanan. Liat saja aktifitas bongkar muat di terminal peti kemas Kendari New Port (KNP) kini lebih cepat. Dalam satu jam, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memberi batasan bongkar 30 boks atau kontainer. Jika waktunya lewat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini siap memberi kompensasi bagi pengguna jasa. Makanya, kapal yang bersandar tak bisa lagi berlama-lama di dermaga.

General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Kendari, Suparman mengatakan terus membenahi pelayanan. Upaya ini tak lain untuk mengantisipasi adanya penumpukan kapal maupun menghindari high cost di sekitar terminal. Bila operasi bongkar muat lancar, secara otomatis akan memberi dampak positif bagi perekonomian. “Kami ingin pastikan aktivitas bongkar muat logistik tak mengalami kendala.

Dengan begitu, barang yang dikirim bisa segera didistribusikan. Jadi, pengguna jasa bisa puas. Kalau tidak terpenuhi, kami akan bayar kompensasi,” kata Suparman saat kegiatan Port Visit Media di terminal KNP, Kamis (9/6).

Di sisi lain, Pelindo turut melakukan transformasi layanan digital. Saat ini, urusan bongkar muat tak lagi secara tatap muka. Penggunaan jasa bisa langsung mengakses sistem tos planner. Sistem ini memutus potensi praktek pungutan liar (Pungli). “Bila ada petugas yang melakukan pungli, silahkan laporkan. Kami siap memberi sanksi tegas. Untuk memudahkan laporan masyarakat, kami sudah menyiapkan nomor aduan,” jelas Suparman.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional Makassar, Basri Alam mengatakan kehadiran KNP harus memberi nilai tambah. Makanya, perbaikan terus ditata sehingga pola kerja bongkar muat harus efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan visi-misi PT Pelindo I,II,III dan IV yang pertanggal 1 Oktober 2021 telah dilebur. Langkah ini guna mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat.

“Port Visit Media bagian dari upaya Pelindo membangun komunikasi dengan insan pers. Kerja-kerja Pelindo tak akan diketahui publik tanpa peran media. Sebagai mitra strategis, kami ingin jalinan silaturahmi tetap terjaga. Selain itu, media turut memberikan edukasi dan informasi tentang keberadaan empat terminal yang dibawahi Pelindo,” jelasnya.

Manajer Operasional KNP Achmad Subeki menambahkan rata-rata kapal yang bongkar muat di KNP sekitar 32 armada atau 9 ribuan kontainer. Tahun ini, pihaknya menargetkan aktivitas bongkar muat sekira 110 ribu ton. Hingga Mei 2022, sudah mencapai 48 ribu ton.

“Tahun 2021, sebanyak 106 ribu kontainer yang dibongkar muat. Kalau kapasitas volume KNP sendiri sekitar 250 ribu kontainer pertahun. Pada dasarnya, KNP memang dibangun untuk proyeksi 20 bahkan 100 tahun kedepan. Makanya, area terminal masih akan dibangun. Sejauh ini, baru satu tahap. Masih ada tahap II dan III,” jelasnya.

Untuk diketahui, Port Visit Media di terminal KNP diikuti perwakilan jurnalis media lokal, Makassar dan nasional, Kamis (9/6). Turut hadir dalam giat tahunan ini yakni Departemen Head Hukum dan Humas Pelindo Regional IV Erisanty. Kunjungan ini dilaksanakan agar media mengetahui lebih jauh tentang pelabuhan baru Kendari pada khususnya dan pelabuhan yang ada di lingkungan perseroan pada umumnya. (KN)

Tinggalkan Balasan