Nilai Jual Tanah di Baubau Capai Rp 12 Juta Tiap Meter

KENDARINEWS.COM — Padatnya pemukiman dan ramainya arus lalu lintas, menjadi konsekuensi logis dari sebuah kota yang berkembang. Demikian juga halnya dengan kondisi Kota Baubau. Wilayah eks pusat Kesultanan Buton itu kini bertumbuh menjadi metro. Perkembangan itu membuat nilai jual tanah di pusat kota semakin tinggi. Bahkan untuk kelas satu bisa dibanderol Rp 12 juta untuk setiap meter persegi. “Ya di Baubau tanah memang mahal, apalagi di pusat kota. Di Kelurahan Wale, seputar Oantai Kamali itu, Rp 10 juta sampai Rp 12 juta (permeter),” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Baubau, Wa Radja, Jumat (18/3).

Harga jual tanah di kawasan pusat Kota Baubau semakin tinggi. Bahkan untuk kelas satu dibanderol Rp 12 juta setiap meter persegi.
Sayangnya, nominal itu tak sebanding dengan NJOP yang hanya berkisar Rp 1 juta.

Padahal, nilai jual objek pajak (NJOP) yang berlaku jauh dari angka itu. Jika, NJOP di daerah lain menggambarkan harga jual pasaran atas tanah atau lahan, beda halnya di Baubau. Selisih antara NJOP dengan harga jual cukup jauh. “Seingat saya itu NJOPnya hanya Rp 1 juta,” sambungnya. Perda NJOP kata dia bisa diperbaharui setiap tiga atau lima tahun sekali. Sehingga pihaknya bisa melakukan revisi di tahun 2023 mendatang. “Terakhir kita revisi pada tahun 2020,” ujar Wa Radja.

Meski mahal, transaksi jual beli tanah di Kota Baubau cukup tinggi. Buktinya, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi salah satu sektor penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) andala. Tahun 2021 lalu, daerah mengutip BPHTB sebesar Rp 9 miliar. Jumlah itu terbesar dalam beberapa tahun terakhir. “Makanya tahun ini kita naikan sedikit targetnya,” tutup Wa Radja. (c/mel/lyn)

Tinggalkan Balasan