Masyarakat Kecamatan Wabula Buton Butuh Air Bersih!

Butuh Rp 25 Miliar Bangun Jaringan Air di Wabula

KENDARINEWS.COM — Masyarakat di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, masih menggantungkan pemenuhan kebutuhan airnya dari sumber air tanah payau. Topografi wilayah yang berada di pesisir pantai menjadi penyebab rasa air yang berbeda itu. Satu-satunya harapan untuk mendapat air standar adalah dari pemerintah dengan membangun jaringan air bersih seperti kecamatan lain di Buton. Sebab, sumber air cukup jauh dan biayanya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Buton, Nurul Kudus Tako, mengatakan, masalah air bersih di Kecamatan Wabula sudah disuarakan sejak tahun 2012 lalu. Hingga kini harapan masyarakat belum dijawab tuntas karena alasan kebutuhan anggaran yang cukup tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton tidak punya kemampuan itu. “Air ada, banyak sumur di sana, hanya rasanya payau, karena di sana wilayah pesisir. Memang sudah lama kita pikirkan, kira-kira bagaimana. Karena kalau kita bangun jaringan pipa itu butuh anggaran sekitar Rp 25 miliar,” paparnya, Jumat (18/3).

Tahun ini kata dia, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat melalui Balai Sarana Kawasan Pemukiman yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Semua dokumen usulan sudah dilengkapi. Pihaknya hanya menunggu respon pihak balai untuk menindaklanjuti. “Sebelumnya kita cari sumber airnya dan adanya di Mantowu, Kecamatan Pasarwajo. Jaraknya 8 kilometer dari jalan. Itu air dalam gua, tapi jernih sekali. Sudah kita kirimkan videonya juga ke balai,” tambah Nurul Kudus Tako.

Karena warga Kecamatan Wabula yang terdiri dari tujuh desa jumlahnya cukup banyak, maka dibutuhkan sumber air dengan debit yang besar. “Ada juga yang lebih dekat, tapi tidak akan cukup. Paling pas di Mantowu itu. Dari Mantowu ke Kancinaa, lanjut ke Wabula, total jaraknya 19 kilometer,” urainya. Jika pihak Balai Sarana Kawasan Pemukiman mengabulkan permohonan Pemkab Buton, maka itu tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan air di Kecamatan Wabula tetapi juga Pasarwajo. “Yang penting lolos dulu. Tahun ini Insya Allah sudah ada kepastiannya,” yakinnya.

Sebagai daerah wisata unggulan daerah, Wabula memang masih butuh banyak sentuhan pemerintah. Infrastruktur dasar perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan daerah itu. Salah satunya pemenuhan air bersih. (b/lyn)

Tinggalkan Balasan