Zainal Mustamin : Pemuka Agama Harus Berpikir Moderat

KENDARINEWS.COM — Kementerian Agama (Kemenag) Sultra berupaya mewujudkan moderasi beragama, program pemerintah pusat tahun ini. Para tokoh lintas agama akan dibekali cara berpikir moderat, sehingga bisa menjadi pelopor kehidupan toleran di lingkungannya. Kepala Kemenag Sultra, H. Zainal Mustamin, mengungkapkan tahun ini adalah tahun toleran.

Untuk mewujudkan moderasi beragama, pihaknya akan melatih orang-orang yang menjadi pelopor moderasi beragama. Dimulai dari pegawai Kemenag, tokoh agama dari lintas agama, guru agama dari lintas agama, guru madrasah dan pimpinan Pondok Pesantren. “Pelatihan ini akan terukur. Ditangani Pokja moderasi beragama. Sehingga pemahaman moderasi beragama ini, tidak bias,” ungkap mantan Kepala Kemenag Kendari.

H. Zainal Mustamin

Mereka akan menjadi pioner dalam mewujudkan moderasi beragama di lingkungannya. Selain itu, pemuka agama dibekali cara berpikir moderat, sehingga bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial, bukan hanya hadir di ruang ibadah. Ia mengatakan, moderasi beragama berupaya menjaga keberagamaan yang toleran, rukun dan harmoni. Mencegah berbenturanya agama dengan pancasila dan undang-undang dasar. “Moderasi beragama mengajarkan kita beragama secara moderat. Komitmen kebangsaan yang utuh sehingga tidak adalagi yang mau mengganti bendera atau ideologi negara kita. Anti kekerasan alias radikalisme. Apapun persoalan yang muncul di masyarakat, tak boleh diselesaikan dengan kekerasan,” bebernya.

Ekosistem moderasi beragama, kata dia, akan masuk di birokrasi, media, tokoh-tokoh agama, dunia pendidikan dan lainnya. Sultra, menurutnya, telah moderat dalam beragama. Tapi tidak boleh lengah, sebab potensi intoleran tetap ada, sebab Sultra berbatasan dengan provinsi yang punya riwayat konflik. “Kita harus menjadi umat bergama sekaligus warga negara. Menjadi warga negara sekaligus umat beragama yang taat,” ungkap mantan Kepala Kemenag Kendari itu. (dan)

Tinggalkan Balasan