Jumlah Nelayan Penerima BLT di Kendari Berkurang 190 Orang

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (berdiri) saat berdiskusi dengan nelayan di Kantor Kecamatan Kendari Barat, Rabu (4/8).

KENDARINEWS.COM–Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap nelayan terdampak Covid-19 kembali digulirkan Pemkot Kendari. Penyalurannya sudah dimulai sejak 4 Agustus lalu. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan, jumlah penerima BLT tahun ini tercatat sebanyak 1.178 nelayan. Jumlahnya menurun sebanyak 190 dibanding tahun lalu yang mencapai 1.368 nelayan.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, penurunan jumlah penerima BLT tahun ini disebabkan beberapa faktor seperti penerima (nelayan) telah meninggal dunia sebanyak 25 orang, alih profesi 121, pindah domisili 14, nelayan naik kelas atau memiliki kapal diatas 3 Gross Tonnage (GT) dan nelayan yang tercatat sebagai peneriman bantuan sosial (bansos) pemerintah lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.

“Tentu jika tidak memenuhi syarat, maka tidak bisa menerima bantuan. Karena aturannya tidak boleh ada penerima ganda. Sebab, dalam penyaluran bantuan ini kita diawasi oleh Inspektorat, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan). Sehingga tidak boleh ada penyimpangan,” kata Sulkarnain Kadir saat menyalurkan BLT kepada nelayan terdampak di Kecamatan Abeli, kemarin.

Meski berkurang, pihaknya tetap mengupayakan pendataan terhadap nelayan yang belum tercover dalam program BLT ini. Sulkarnain tak menampik saat pendataan beberapa waktu lalu, ada beberapa nelayan yang luput dari pantauan sehingga tak menerima bantuan.

“Saya sudah instruksikan Dinas Perikanan untuk melakukan pendataan. Saya minta nelayan yang belum dapat dan memang sedang kesulitan itu didata. Saya minta juga para nelayan yang belum terdaftar untuk segera melaporkan diri ke RT/RW, lurah, atau camat. Supaya nanti bisa ditabulasi seluruhnya untuk dapat bantuan,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan Kendari, Imran Ismail mengaku saat tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah nelayan yang belum tercover dalam program BLT Pemkot Kendari. Dalam pendataan pihaknya melibatkan para penyuluh perikanan yang tersebar di wilayah kecamatan pesisir dan dibantu oleh RT/RW, lurah, dan camat. “Sehingga kami pastikan penyalurannya nanti bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari ini menambahkan, adapun syarat yang harus dipenuhi nelayan untuk mendapatkan BLT yakni wajib menunjukkan identitas diri berupa KTP domisili Kota Kendari, tidak memiliki kapal diatas 3GT, belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah baik bantuan program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan sembako, serta wajib memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) yang bisa diurus melalui penyuluh perikanan di Kantor kecamatan atau kelurahan.

Sekedar informasi, tahap awal penyaluran BLT diperuntukkan bagi nelayan yang terdaftar dalam database penerima BLT tahun lalu. Setiap nelayan dapat bantuan sebesar Rp300 ribu. Adapun penyaluran tahap kedua diperuntukkan bagi nelayan yang masuk dalam kategori data tambahan program BLT tahun ini. Penyalurannya juga akan direalisasikan pada Agustus ini. (ags)

Tinggalkan Balasan