Hasil Monev, DPRD Konsel Temukan Proyek Bermasalah

Konawe Selatan
PROYEK BERMASALAH : Monev pekerjaan pembangunan yang dilakukan para anggota DPRD Konsel di Dapil masing-masing. Ditemukan sejumlah infrastruktur yang dikerja asal-asalan.

KENDARINEWS.COM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung hasil kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan pada tahun anggaran 2020 lalu.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam monitoring tersebut diantaranya realisasi program kerja proyek fisik dan non fisik yang telah dianggarkan melalui APBD, APBN maupun dana desa (DD).

Ketua Komisi III DPRD Konsel, Herman Pambahako, mengungkapkan dari hasil Monev sejak awal Juli, pihaknya menemukan beberapa proyek bermasalah. Khususnya pembangunan fisik di sejumlah kecamatan. Di Andoolo, Tinanggea dan Buke (Dapil I) ditemukan beberapa pekerjaan yang tidak maksimal seperti, pembangunan talud dan paving blok Pusat Kuliner, lantai rusak sebelum dimanfaatkan.

“Pembangunan gedung Puskesmas Tinanggea dan pembangunan rumah dinas khususnya pemasangan batu alam, lepas. Pintu menuju ruang UGD rusak, tembok retak, plafon ruang dapur rusak akibat rembesan air. Saluran sekunder Bendung Watu Mokala jebol, kapasitas pengairan untuk 900 hektare, yang terealisasi hanya 200 hektare,” sorot Politikus PDIP tersebut, Kamis (8/7).

Di Kecamatan Mowila dan Landono (Dapil II) juga ditemukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak tuntas seperti pembangunan Kolam Air Tawar di Desa Monapa Mowila. Infrastruktur jalan tani Desa Muliasari, Mowila. Serta di BPP Kecamatan Landono, ditemukan beberapa item yang dikerjakan asal-asalan.

“Lain halnya di Kecamatan Moramo, Moramo Utara dan Kolono (Dapil IV) yang beberapa pembangunannya telah selesai dengan baik seperti rumah dinas Puskesmas Lalowaru, pengaspalan jalan ruas Desa Tanjung Tiram, rehabilitasi kantor Kecamatan Kolono,” sanjung Herman Pambahako yang juga adalah anggota DPRD Konsel dari Dapil IV tersebut.

Untuk proyek yang mendapat catatan tambahan dari DPRD di wilayah Moramo dan Kolono tersebut, seperti pembangunan box culvert ruas Sumber Sari-Ulusena perlu perbaikan penimbunan bahu jembatan.

“Serta pembangunan jalan usaha tani Desa Sumber Sari yang rusak dan tidak bisa dilintasi kendaraan. Termasuk pembangunan drainase Desa Wawondengi di Kecamatan Moramo masih kurang lebih 80 meter belum dikerja,” tandas Ketua Komisi III DPRD Konsel itu. (b/kam)

Tinggalkan Balasan