Kadin Konsel Dorong Optimalisasi RMP untuk Ketahanan Pangan dan PAD

KENDARINEWS.COM–Usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV, Amiruddin langsung tancap gas.

Langkah awal kepemimpinannya difokuskan pada mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset daerah.

Terbaru, ia mengunjungi fasilitas Rice Milling Plant (RMP) milik Pemerintah Daerah Konawe Selatan yang berada di Desa Punangga, Kecamatan Lalembuu.

Dalam kunjungan itu, Amiruddin didampingi jajaran pengurus Kadin Konsel bersama Kepala Dinas Pertanian untuk memastikan kesiapan RMP agar segera dioperasikan.

Amiruddin mengatakan, RMP merupakan aset strategis daerah yang harus difungsikan untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

“Ini langkah awal kami di Kadin Konsel. RMP ini aset daerah yang sangat potensial. Kami ingin memastikan fasilitas ini beroperasi untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” ujar Amiruddin.

Ia mengakui, saat ini masih terdapat sejumlah hal teknis yang perlu dibenahi, baik dari sisi mesin maupun kesiapan sumber daya manusia pengelola. Namun, ia optimistis seluruh kendala tersebut dapat segera diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.

“Secara teknis memang masih ada yang perlu dibenahi, termasuk tenaga pengelola. Tapi kami optimistis, dengan kerja sama yang baik, RMP ini bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi petani dan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Konawe Selatan, Syamsul menyambut baik langkah cepat Kadin Konsel. Ia menilai keberadaan RMP berkapasitas hingga 30 ton gabah sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian petani.

“Kami sangat optimis kolaborasi dengan Kadin Konsel ini mampu menjawab kebutuhan pangan daerah. Mesin RMP dengan kapasitas 30 ton gabah sangat mendukung peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Syamsul.

Menurutnya, optimalisasi RMP juga sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program SETARA yang menitikberatkan pada pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan RMP ini merupakan wujud nyata dari program SETARA, bukan sekadar wacana,” tambahnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan