DPRD Sultra Bahas Kasus Anak Tewas di Serang Buaya

KENDARINEWS.COM-– Kasus meninggalnya seorang anak akibat serangan buaya di Kali Sena, Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Peristiwa itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sultra pada Selasa (20/1).

RDP dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi II serta III DPRD Sultra, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, BPSPL Satker Kendari, serta pejabat terkait dari dinas kelautan dan perikanan provinsi serta kabupaten, camat Kolono, dan kepala desa Awunio.

Camat Kolono, Muh Aswan Yasin, menyampaikan bahwa kasus ini tidak hanya berdampak pada keluarga korban tetapi juga menimbulkan trauma dan kekhawatiran masyarakat. “Diperlukan langkah terpadu lintas sektor agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Dalam rapat disepakati beberapa poin penting, antara lain pembentukan forum atau tim terpadu untuk menangani konflik manusia dan satwa liar, serta kajian ilmiah komprehensif terkait tren peningkatan kasus. Selain itu, diketahui pengelolaan buaya kini dialihkan dari Kementerian Kehutanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 862 Tahun 2025.

Data menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 44 kasus konflik manusia dan buaya di Sultra. Upaya pencegahan yang direncanakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan pemasangan papan informasi di wilayah rawan.

DPRD Sultra akan menindaklanjuti hasil rapat melalui diskusi lanjutan terkait penganggaran dan pola penanganan yang lebih efektif serta berkelanjutan. (ndi)

Tinggalkan Balasan