Pekan Depan, Aliran Air Kembali Normal

Metro Kendari


KENDARINEWS.COM — Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari kembali dikeluhkan. Hampir 10 hari, kran air PDAM di sekitar jalan Budi Utomo Kelurahan Mataiwo, Kecamatan Wua-wua tak mengeluarkan air. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pelanggan terpaksa membeli air tangki yang harganya relatif mahal.

Pelanggan PADM, Benyamin Bitikaka mengaku kecewa dengan pelayanan perusahaan plat merah ini. Sebab kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelum pipa benar-benar tak mengeluarkan air, jadwal giliran mengalir juga tidak menentu. “Sudah 10 hari (kemarin), air PDAM di rumah kami tidak mengalir. Kami minta kepada pihak PDAM untuk segera melakukan perbaikan pelayanannya,” pintanya, Rabu (16/6).

Ia mengaku sudah sering kali mengeluhkan layanan ke petugas PDAM yang mengecek rekening air di rumahnya. Namun petugas hanya bisa berjanji. Kenyataannya, aliran PDAM tak kunjung mengalir. Padahal pembayaran tagihan PDAM selalu dipenuhi. Dirinya mengaku tak pernah sekalipun tidak tertib membayarkan kewajiban. Namun justru pihak PDAM yang lalai melaksanakan tanggung jawabnya.

“Kami selalu dijanji, tapi nyatanya sampai hari ini air tidak mengalir. Saat kami coba lagi menghubungi salah seorang petugasnya, malah seorang petugas tersebut tidak merespon. Kami harapkan ada perubahan di PDAM, masalah seperti ini sudah sejak lama menjadi keluhan. Kami minta pejabat terkait lebih responsif, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan,” keluhnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin meminta kepada masyarakat bersabar. Saat ini, pihaknya telah berusaha melakukan perbaikan. Namun ia menyakini pekan depan pelayanan sudah normal. Sebab pihaknya akan menambah satu pompa. Selama ini, PDAM hanya menggunakan dua pompa.

“Insya Allah, minggu depan kita tambah menjadi tiga pompa. Jadi, kerjanya pompa secara estafet. Durasi pelayanan berubah, tidak ada lagi waktu jeda. Masyarakat kami harapkan bersabar, pompanya masih dalam perbaikan,” ungkapnya, Rabu (16/6).

Untuk saat ini, pihaknya belum melakukan pengadaan dan berusaha memperbaiki. Dengan dua pompa, waktu operasi hanya 19 jam. Sebab lima jam untuk istirahat. Jika tiga mesin, maka tidak lagi ada jeda. “Kalau penanganan jangka panjangnya, kami berupaya mempercepat Groundbreaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM di Desa Tabanggele, Konawe. Secepatnya akan kita proses,” pungkasnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *