Hingga 31 Mei 2021, Pasien DBD di Kendari Capai 123 Kasus

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kini mulai mengintai. Sejak periode Januari hingga Mei 2021, tercatat sebanyak 123 kasus di Kota Kendari. Dari jumlah itu, tiga diantaranya harus kehilangan nyawa. Kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu diperkirakan masih akan terus bertambah. Pasalnya, musim hujan baru akan berakhir September mendatang.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan penyakit DBD. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni tetap menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih, sehat dan kering sehingga bisa mencegah perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti.

“Pastikan masyarakat menggalakkan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur. Pastikan juga darainase berjalan lanjar tanpa ada genangan, sampah yang berserakan bisa dikubur agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk pembawa virus itu,” kata Sulkarnain Kadir..

Senada, Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, Samsul Bahri mengatakan rutin melakukan fogging dan pemberian abate cair pada warga pada wilayah yang dianggap menjadi locus penyebaran penyakit DBD. Di sisi lain, pihaknya melakukan upaya perventif dengan menggalakan gerakan 3 M untuk meminimalisir resiko terpapar penyakit DBD. Dengan lingkungan yang bersih, maka resiko penularan penyakit ini bisa terkendali.

“Kalau ada laporan, tim kami akan turun langsung dilapangan untuk mencari asal usul penularannya. Apakah dari wilayah itu atau bisa dibawah dari wilayah lain. Tapi secara umum kita ini wilayah endemis. Dalam bulan dan tahun itu pasti ada. Hanya yang kita jaga itu tidak boleh ada peningkatan yang menimbulkan kejadian luar bisa (KLB),” kata Samsul.

Dibandingkan tahun lalu sambungnya, kasus DBD di Kota Kendari mengalami penurunan. Pada periode yang sama tahun lalu (Januari – Mei 2020) tercatat sebanyak 288 kasus dengan 6 kasus meninggal. Sementara di periode tahun ini hanya 123 kasus dengan 3 kasus meninggal.

Kendati demikian, Samsul mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan DBD dengan menggalakkan gerakan 3M agar terhindar dari resiko penularan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti. Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika melihat sanak keluarga atau tetangga mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, mual/muntah, ruam kemerahan dibadan dan gejala lainnya.

“Segera laporkan agar cepat mendapatkan penanganan sebelum penyakit DBD nya semakin parah. Supaya bisa dilakukan pemulihan sesegera mungkin olem tim dokter,” kata Samsul Bahri. (b/ags)

Kasus DBD di Kota Kendari

  1. Periode Januari-Mei 2021
    -Jalani Perawatan 123 Kasus
    -Meninggal Dunia 3 Pasein
  2. Periode Januari-Mei 2020
    -Jalani Perawatan 288 Kasus
    –Meninggal Dunia 6 Pasein

Tinggalkan Balasan