K ENDARINEWS. COM— Dengan jumlah mahasiswa registrasi mencapai 8.500 orang dan wilayah kerja yang membentang di 17 kabupaten/kota didukung 16 Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT), UT Kendari menyadari bahwa tata kelola yang kokoh adalah keharusan. Untuk menjamin layanan tetap berjalan efektif dan efisien, UT Kendari menggelar sosialisasi manajemen risiko pada Senin (31/8/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur UT Kendari, Anfas, S.T., M.M., dihadiri para manajer dan staf. Langkah ini menegaskan komitmen UT Kendari dalam menerapkan tata kelola universitas yang baik di tengah cakupan operasional yang semakin luas.
Perwakilan Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT menjelaskan bahwa esensi manajemen risiko bukanlah soal mencari kesalahan, melainkan upaya proaktif agar tujuan strategis institusi tetap tercapai. Kebijakan ini merujuk pada Permendikbud No. 66 Tahun 2015 serta Peraturan Rektor UT No. 53 Tahun 2025 yang mengadopsi standar ISO 31000:2018.
Inti penerapannya tertuang dalam dokumen Risk Register — alat bantu yang wajib digunakan setiap unit kerja untuk mencatat, memantau, dan menentukan langkah antisipatif terhadap potensi kendala yang dapat menghambat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Tambahan (IKT).
“Dengan risk register, kita bisa melihat risiko sejak dini, memahami dampaknya, dan menyiapkan solusi sebelum masalah benar-benar terjadi,” ujar perwakilan KPM UT.
Saat ini UT sedang menyempurnakan aplikasi manajemen risiko yang direncanakan diluncurkan pada September 2026. Sistem ini akan memudahkan pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan risiko secara terintegrasi di seluruh unit kerja, termasuk UT Kendari dan jaringannya di daerah-daerah.
Melalui sosialisasi ini, UT Kendari berharap manajemen risiko tidak lagi dipahami sebagai tugas administratif semata, melainkan tumbuh menjadi budaya kerja. Setiap staf dan pimpinan menyadari perannya masing-masing dalam menjaga kualitas layanan, sehingga UT dapat terus memberikan layanan pendidikan jarak jauh yang andal, terukur, dan berkualitas bagi ribuan mahasiswa di seluruh Sulawesi Tenggara.










































