Amanah Dilepas, Ilmu Dikejar — Asrun Lio Pilih Fokus Puncak Akademik

KENDARINEWS. COM— Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mengundurkan diri dari jabatan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara masa bakti 2024–2029. Keputusan ini tertuang dalam surat pernyataan pengunduran diri bertanggal 29 September 2026.

Pengunduran diri dilakukan agar dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada perjuangan pencapaian jabatan Guru Besar. Asrun Lio menjelaskan kedua tanggung jawab — memimpin organisasi kepramukaan dan menuntaskan jenjang akademik — sama-sama menuntut komitmen penuh, sehingga sulit dijalankan secara beriringan secara maksimal.

“Saya menyadari Kwarda Gerakan Pramuka Sultra membutuhkan pemimpin yang memiliki keleluasaan waktu untuk mengurus organisasi, mendampingi kegiatan, serta memastikan program berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Keputusan ini diambil secara sadar tanpa tekanan dari pihak mana pun, sehingga masa kepemimpinannya berakhir lebih awal dari jadwal yang seharusnya hingga 2029.

Menyusul kekosongan jabatan, Kwarda Gerakan Pramuka Sultra menggelar Rapat Pimpinan pada Sabtu (3/10/2026). Rapat memutuskan mengusulkan Pelaksana Harian (Plh) Ketua Kwarda hingga terselenggaranya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih pemimpin definitif.

Dua nama diusulkan sebagai calon Plh:

  • Dr. La Ode Muh. Bariun, SH, MH. — Wakil Ketua Kwarda Bidang Organisasi dan Hukum
  • Ir. H. Sahabuddin, SE, ST, M.Si. — Wakil Ketua Kwarda Bidang Abdimasgana dan Bela Negara

Usulan tersebut akan dibahas dalam audiensi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka sebelum ditetapkan

Keluarga besar Gerakan Pramuka Sultra menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama memimpin. Doa juga diharapkan agar Asrun Lio senantiasa diberi kemudahan menyelesaikan perjalanan akademiknya menuju jabatan Guru Besar.

Kini roda kepemimpinan Kwarda Sultra berlanjut dalam proses transisi, menuju Musdalub yang akan menentukan pemimpin baru untuk menuntaskan sisa masa bakti 2024–2029.

Tinggalkan Balasan