KENDARINEWS.COM–— Kalau di jalan teriak “Nurhayati!” bisa-bisa setengah warga Sultra menoleh! Berdasarkan data resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra per Semester I 2026, nama Nurhayati resmi dinobatkan sebagai nama paling banyak dipakai masyarakat Sulawesi Tenggara, dengan total 3.206 orang.
Tidak mau kalah, nama Herman menempati posisi kedua dengan 3.040 orang, dan Sumarni duduk di urutan ketiga dengan 2.798 orang. Tiga nama ini benar-benar jadi “nama sejuta umat” di Bumi Anoa!
Data unik ini dirilis Kepala Dinas Dukcapil Sultra, Burhanuddin, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan rilis data kependudukan, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, data kependudukan tak hanya soal jumlah jiwa, tapi juga bisa jadi cerminan karakteristik masyarakat — termasuk tren nama yang paling disukai warga Sultra.
“Data ini menunjukkan betapa populernya nama-nama tersebut di tengah masyarakat. Siapa tahu ada tetangga sebelah, teman sekolah, bahkan ibu-ibu di pasar yang namanya sama semua,” ujar Burhanuddin sambil tersenyum.
Tapi tenang dulu, meskipun namanya sama-sama Nurhayati, Herman, atau Sumarni, tidak akan tertukar kok! Sekretaris Dukcapil Sultra, Ifa Puciano Lestari, S.STP., M.M., menjamin setiap warga punya identitas lengkap dan nomor identitas yang unik. Jadi meskipun nama sama persis, saat urus administrasi atau terima bantuan sosial, tetap aman dan tidak tertukar.
“Meski nama sama, dalam urusan pemerintahan tidak akan tertukar. Setiap orang punya data lengkap yang berbeda,” tegas Ifa.(tim)










































