KENDARINEWS,COM— Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memperkuat barisan akademisnya. Sebanyak sembilan dosen dari empat fakultas resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Upacara Senat Terbuka yang berlangsung di Auditorium Mokodompit, Jumat (11/9/2026). Dengan tambahan ini, jumlah profesor di UHO kini mencapai 170 orang, dan ditargetkan bertambah menjadi 200 hingga 250 orang sebelum tahun 2030.
Pelaksana Tugas Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa sembilan guru besar baru tersebut tersebar di Fakultas Pertanian sebanyak tiga orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tiga orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dua orang, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan satu orang.
Nama-nama akademisi yang dikukuhkan antara lain: Prof. Dr. Ir. Hj. Rahayu M., M.P.; Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P.; Prof. Dr. Gusnawaty HS, SP, MP, IPM, ASEAN.Eng; Prof. Dr. Rosliana Eso, S.Si., M.Si; Prof. Dr. Nasriadi Dali, M.Si; Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si; Prof. Dr. Ir. Yusnaini, DEA; Prof. Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd.; serta Prof. Dr. Jamiludin, M.Hum.
“Saya mewakili seluruh civitas akademika mengucapkan selamat atas pencapaian jabatan tertinggi ini. Pengukuhan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan prestasi, pemberian otoritas keilmuan, sekaligus peningkatan tanggung jawab yang besar,” ujar Prof. Khairul Munadi.
Menurutnya, gelar Guru Besar adalah puncak jenjang karir fungsional dosen, namun sekaligus menjadi titik awal pengabdian yang lebih luas. Para profesor diharapkan terus menjaga integritas, memperdalam keilmuan, serta menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Pertambahan jumlah guru besar ini juga menjadi fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan. Kehadiran mereka akan memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi — pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — sekaligus mendorong UHO menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing luas.
“Kami berharap para guru besar menjadi teladan, menginspirasi generasi penerus, dan menjadikan keilmuan yang dimiliki sebagai kekuatan untuk membangun Sulawesi Tenggara hingga diakui secara nasional maupun internasional,” tegasnya.
Dengan komposisi saat ini, UHO telah memiliki 170 guru besar yang tersebar di 14 fakultas dengan berbagai bidang keahlian. Langkah strategis peningkatan jumlah profesor ini terus diperjuangkan agar pada tahun 2030 nanti, UHO memiliki 200 hingga 250 guru besar yang siap menjadi pilar utama kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan daerah.










































